VIVA – Keputusan besar tengah disiapkan oleh Honda Racing Corporation dalam menghadapi musim MotoGP mendatang. Pabrikan asal Jepang itu dikabarkan tidak lagi puas hanya menjadi pelengkap di papan tengah, melainkan sedang merancang ekspansi agresif dengan menurunkan hingga enam motor di grid pada musim 2027.
Langkah ini bukan sekadar soal jumlah, tetapi strategi jangka panjang untuk kembali ke puncak persaingan, sebuah posisi yang sempat mereka kuasai di era dominasi Marc Marquez.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika rencana ini terealisasi, Honda akan kembali ke format yang pernah mereka jalankan pada 2018: dua motor tim pabrikan, ditambah masing-masing dua motor di tim satelit.
Setelah sempat menyusut dari delapan motor (2014) menjadi hanya empat dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi ini menunjukkan satu hal jelas: Honda ingin mempercepat proses kebangkitan mereka.
Seorang sumber internal yang dikutip Motorsport menyebut bahwa penambahan motor akan membuka ruang eksperimen yang jauh lebih luas.
“Dengan lebih banyak motor, kami punya fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan dan penempatan pembalap,” demikian pernyataan Honda Racing Corporation
Berburu Tim Satelit Baru
Masalahnya, rencana ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Honda membutuhkan satu tim satelit tambahan—dan opsi yang tersedia semakin terbatas.
Pendekatan sempat dilakukan ke Trackhouse Racing MotoGP Team, namun tim asal Amerika itu memilih tetap setia dengan Aprilia. Sementara itu, Gresini Racing hampir pasti memperpanjang kerja sama dengan Ducati, meski harus kehilangan beberapa pembalap penting di masa depan.
Kini, opsi paling realistis mengarah ke Tech3. Tim yang kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian proyek KTM disebut mulai membuka peluang untuk berganti pemasok mesin. Jika kesepakatan ini tercapai, maka Honda akan resmi kembali menjadi kekuatan besar dengan jaringan tim yang lebih luas.
Efek Domino untuk Pembalap
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ekspansi ini juga akan memicu perombakan besar di lini pembalap. Nama Fabio Quartararo disebut sudah “dikunci” untuk mengisi kursi tim pabrikan Honda. Artinya, posisi pembalap saat ini seperti Joan Mir dan Luca Marini berada dalam ancaman.
Di sisi lain, Honda masih memiliki dua nama yang terikat kontrak jangka menengah, yakni Johann Zarco dan Diogo Moreira. Moreira bahkan diproyeksikan sebagai investasi masa depan hingga 2028.
Halaman Selanjutnya
Tak berhenti di situ, Honda juga membidik talenta muda seperti David Alonso yang akan naik kelas dari Moto2. Skenarionya fleksibel: Alonso bisa langsung masuk tim pabrikan atau “dipoles” lebih dulu di tim satelit sebelum naik level.

3 weeks ago
6



























