Jeddah, VIVA - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Jumat, 10 Januari 2025, mengecam publikasi peta Israel yang mengakui "hak teritorial bersejarah" di Palestina dan di sebagian besar wilayah Yordania, Lebanon serta Suriah.
Melalui sebuah pernyataan OKI juga mengecam seruan provokatif Israel untuk mencaplok Tepi Barat yang diduduki.
Organisasi itu turut mengutuk seruan pejabat Israel untuk gencar melakukan agresi genosida di Jalur Gaza, mengecam seruan demikian sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Bentrokan meluas pecah pada Selasa malam, 3 Desember 2024, antara warga Palestina dan pasukan Israel dalam penggerebekan militer yang dilakukan negara zionis itu di beberapa kota di Tepi Barat.
OKI menegaskan penolakannya terhadap praktik provokatif Israel itu, yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya terorisme terencana yang dilakukan penjajah Israel dan pasukan pendudukan terhadap warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan.
OKI menyeru komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab untuk mengakhiri seluruh pelanggaran dan genosida Israel terhadap rakyat Palestina yang telah berlangsung selama 15 bulan.
Publikasi peta tersebut muncul saat menteri Yahudi supremasi di pemerintahan Israel membahas prospek aneksasi penuh Israel atas Tepi Barat yang diduduki dan pembangunan kembali koloni di Gaza.
Keduanya adalah wilayah Palestina yang diduduki Israel secara ilegal sejak 1967.
VIVA Militer: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Pada Maret 2023 kepala departemen keuangan Israel sayap kanan, Bezalel Smotrich, menyampaikan pidato di sebuah acara di Paris seraya berdiri di samping peta 'Israel Raya' yang mendeskripsikan Yordania sebagai bagian dari Israel. (ant)
Halaman Selanjutnya
Publikasi peta tersebut muncul saat menteri Yahudi supremasi di pemerintahan Israel membahas prospek aneksasi penuh Israel atas Tepi Barat yang diduduki dan pembangunan kembali koloni di Gaza.