Selasa, 31 Maret 2026 - 21:24 WIB
VIVA – Presiden AS Donald Trump telah membagikan video ledakan besar di Iran, yang menurut laporan media, terjadi di kota Isfahan pada Selasa dini hari. Rekaman tersebut menunjukkan serangkaian ledakan, diikuti oleh kebakaran besar yang menerangi langit malam dengan warna oranye.
Trump tidak memberikan konteks apa pun untuk video tersebut, tetapi laporan media mengklaim itu adalah serangan gabungan AS dan Israel terhadap gudang amunisi utama di Isfahan, sebuah kota di Iran dengan populasi 2,3 juta jiwa dan rumah bagi pangkalan udara militer Badr. NDTV tidak dapat secara independen mengkonfirmasi keaslian klip tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh The Wall Street Journal, pasukan AS menyerang gudang amunisi di Isfahan dengan bom penghancur bunker seberat 2.000 pon (sekitar 907 kilogram). "Sejumlah besar bom penghancur bunker, atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan itu," kata pejabat tersebut.
Laporan-laporan mengklaim bahwa serangan tersebut memicu serangkaian ledakan sekunder yang dahsyat yang mengirimkan bola api dan gelombang kejut yang menjulang tinggi di seluruh area. Serangan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi saat perang memasuki bulan kedua, bahkan ketika Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki bertemu untuk mencari jalan keluar diplomatik.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran mungkin telah memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya -- diperkirakan sekitar 540 kg, ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Kota itu juga pernah menjadi sasaran serangan AS tahun lalu pada musim panas di bawah Operasi Midnight Hammer, yang berfokus pada fasilitas nuklirnya.
Laporan-laporan tentang serangan tersebut muncul sehari setelah Trump, pada hari Senin, mengancam akan menghancurkan sumber daya energi Iran dan infrastruktur vital lainnya secara luas, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi pengolahan air, jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai "dalam waktu singkat".
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump mengatakan AS akan menghancurkan situs-situs energi Iran jika diskusi dengan "rezim baru dan lebih masuk akal" tidak menghasilkan kesepakatan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Presiden AS Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menuduh Iran hampir membangun senjata nuklir, sebuah klaim yang tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB, dan itu terjadi meskipun Trump mengatakan dia "menghancurkan" situs-situs penting dalam serangan tahun lalu.
Halaman Selanjutnya
Apa Itu Bom Penghancur Bunker?

5 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
