AS Tawarkan Hadiah Rp160 Miliar untuk Informasi Penangkapan Pemimpin Milisi Irak

1 week ago 2

Jumat, 24 April 2026 - 15:40 WIB

VIVA Amerika Serikat membuat sayembara berhadiah 10 juta dolar AS atau setara kurang lebih Rp 160 miliar bagi siapapun yang bisa memberi infomrasi terkait penangkapan Hashim Finyan Rahim al-Saraji atau dikenal sebagai Abu Waala al Wa'eli. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap milisi yang didukung Iran di Irak.

Melansir laman NDTV, Jumat 24 April, Hashim merupakan pemimpin kelompok 'teroris' yang berafiliasi dengan Iran di Irak. Dia juga merupakan sekertaris jenderal yang ditunjuk oleh AS untuk kelompok Kata’ib Sayyid al Shuhada (KSS), sebuah milisi Irak yang didukung serta memiliki kesamaan ideologi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini juga dimaksudkan untuk mendorong pemerintah Irak agar menunjuk perdana menteri baru yang dinilai lebih tegas mengendalikan aktivitas milisi tersebut. 

Program Rewards for Justice dari Departemen Luar Negeri AS, pemerintah menyatakan bahwa kelompok tersebut bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Irak serta serangan terhadap fasilitas dan personel diplomatik AS di Irak dan Suriah. Pihak yang memberikan informasi, menurut pernyataan itu, bisa mendapatkan perlindungan relokasi serta hadiah uang.

Wa’eli juga disebut pernah menyatakan dukungannya terhadap gerakan Houthi dan mengklaim bahwa KSS merupakan bagian dari kelompok tersebut, berdasarkan informasi dari Counter Extremism Project.

Melihat aktivitas KSS yang dianggap mendukung kepentingan Iran di kawasan serta keterlibatannya dalam serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Wa’eli sebagai “Specially Designated Global Terrorist” pada 17 November 2023.

Sosok Abu Waala al Wa'eli

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum bergabung dengan KSS, Wa’eli merupakan anggota Kata’ib Hezbollah (KH), milisi Syiah anti-Amerika yang juga masuk daftar hitam AS dan beroperasi di Irak serta memiliki aktivitas di Suriah.

Saat masih menjadi anggota KH, ia disebut terlibat dalam aktivitas yang membuatnya ditangkap dan dipenjara di Amerika Serikat sebelum akhirnya dibebaskan pada 2010. Ketika perang saudara di Suriah pecah pada awal 2010-an, sejumlah anggota KH dari sayap Abu Hussein dan Abu Fadak kemudian membentuk KSS, dan Wa’eli ikut bergabung.

Halaman Selanjutnya

KSS kemudian memperluas pengaruhnya di Irak setelah kelompok ISIS muncul dan menguasai sebagian wilayah pada 2014. Para pejuangnya tergabung dalam Brigade ke-14 dari Popular Mobilisation Committee (PMC), yang merupakan bagian dari pasukan keamanan Irak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |