Bakrie Sumatera Plantations Bukukan Laba Operasi Rp 388 Miliar

4 hours ago 2

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan peningkatan penjualan sebesar 10 persen ke Rp 2,56 triliun, peningkatan laba kotor sebesar 25 persen ke Rp 757 miliar, dan peningkatan laba operasi sebesar 86 persen ke Rp 388 miliar.

Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto menambahkan, kinerja itu juga masih ditambah dengan peningkatan EBITDA sebesar 48 persen, menjadi Rp 551 miliar di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penjualan ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 2,41 triliun dan komoditas karet Rp 151 miliar," kata Andi dalam keterangannya, Jumat, 3 April 2026.

RUPST PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP)

Dia memastikan bahwa UNSP juga terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, diantaranya dengan peremajaan menggunakan bibit unggul. Hal itu dipacu di tengah peningkatan harga komoditas sawit CPO (Crude Palm Oil) dunia, dari level rata-rata bulanan US$1.082 per ton CIF Rotterdam di tahun 2024 hingga ke rata-rata bulanan USD 1.221 di tahun 2025.

"Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik, sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” ujar Andi.

Dia mengatakan, perseroan juga mengikuti protokol Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan. Di antaranya seperti kebijakan “zero-burning” (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan.

"Keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek people & planet, seperti menyejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals no-poverty, zero-waste sesuai Circular Economy, dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk Climate Change," kata Andi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, lanjut Andi, perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul, yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama. Saat ini produktivitas sawit nasional hanya sekitar 3 ton CPO per hektare (ha) per tahun, dimana dengan bibit unggul potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting).

Produktivitas bibit unggul Perseroan bisa menghasilkan 10 ton CPO per hektar per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dan ekstraksi CPO nya 25 persen sesuai hasil lapangan bibit unggul Perseroan yang sudah disertifikasi.

Halaman Selanjutnya

Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah, menghasilkan produksi CPO berlipat ganda yang meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |