VIVA – Bek Leeds United, Pascal Struijk, tampil jadi pahlawan saat membawa timnya ke semifinal Piala FA.
Tiket tersebut didapatkan usai Leeds mengalahkan West Ham United di London Stadium, Minggu 5 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Struijk yang bermain sejak awal menjadi algojo penentu dalam adu penalti, sekaligus mencuri perhatian di tengah isu dirinya dipantau pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Bek Leeds United, Pascal Struijk
Photo :
- Instagram/Pascal Struijk
Leeds United sempat unggul 2-0 melalui gol Ao Tanaka pada menit ke-26 dan Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-75. Namun, West Ham United berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time lewat gol Mateus Fernandes (90+3’) dan Axel Disasi (90+6’), sehingga laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, Struijk tampil sebagai penendang keenam dan sukses memastikan kemenangan Leeds United. Hasil tersebut membawa klub asal Yorkshire itu melangkah ke semifinal Piala FA.
Usai pertandingan, Struijk mengungkapkan rasa puas atas kemenangan dramatis tersebut. Ia menilai laga berjalan sangat berat, terutama setelah lawan mampu bangkit di menit-menit akhir.
“Saya katakan sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi kemenangan yang sangat, sangat besar jika kita menang hari ini,” ujar Struijk, dikutip dari laman resmi Leeds United.
“Pertandingan berakhir dengan adu penalti setelah kerja keras dan mereka berhasil melakukan comeback, tetapi saya sangat senang untuk kami, sangat senang untuk para penggemar,” lanjutnya.
Leeds United dijadwalkan menghadapi Chelsea pada semifinal yang akan digelar pada 25 April 2026. Penampilan Struijk dalam laga ini juga diganjar penghargaan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Di luar performanya di level klub, nama Struijk turut menjadi perhatian publik Indonesia. Bek berusia 26 tahun tersebut disebut-sebut masuk dalam pantauan jajaran pelatih Timnas Indonesia.
Isu tersebut mencuat setelah asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, mengunjungi Leeds United Academy beberapa waktu lalu. Dalam unggahan di media sosial, Grayson mengaku baru pertama kali kembali ke tempat tersebut sejak Februari 2012.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ini pertama kalinya saya kembali sejak Februari 2012. Tempat ini benar-benar sudah berubah,” tulis Grayson dalam unggahannya.
Belum ada konfirmasi resmi terkait tujuan kunjungan tersebut. Namun, keterkaitannya dengan Struijk menjadi spekulasi mengingat sang pemain memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ayahnya.
Halaman Selanjutnya
Diketahui, kakek dan nenek Struijk berasal dari Surabaya pada masa kolonial Belanda. Latar belakang ini membuat namanya kerap dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia di masa mendatang.

3 hours ago
4











