Jakarta, VIVA – Dalam beberapa waktu terakhir, perbincangan mengenai ibadah umrah kembali ramai di media sosial, khususnya di platform Threads. Sejumlah netizen membagikan pengalaman pribadi yang menyebutkan bahwa setelah menunaikan umrah, kehidupan mereka mengalami perubahan signifikan, baik dari segi finansial maupun urusan jodoh.
Tidak sedikit yang mengaitkan ibadah tersebut dengan datangnya rezeki yang lebih lancar hingga pertemuan dengan pasangan hidup.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fenomena ini memicu beragam tanggapan. Sebagian warganet menyambutnya dengan optimisme dan harapan, seraya berdoa agar dapat segera berangkat ke Tanah Suci.
Namun, ada pula yang mempertanyakan kebenaran klaim tersebut dan menilai bahwa pengalaman individual tidak bisa dijadikan kesimpulan umum tanpa dasar yang jelas dalam ajaran Islam.
Umrah dan Kelapangan Rezeki
Melansir laman NU Online, dalam khazanah Islam, terdapat sejumlah hadits yang menjelaskan keutamaan haji dan umrah, termasuk kaitannya dengan rezeki dan penghapusan dosa.
Salah satu hadits yang sering dijadikan rujukan berbunyi:
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Artinya, “Lakukanlah haji dan umrah secara berturut-turut, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa, sebagaimana alat pelebur besi menghilangkan kotoran pada besi.” (HR. Ahmad).
Ulama menjelaskan bahwa makna “menghilangkan kefakiran” tidak semata-mata berkaitan dengan kekayaan fisik. Dengan demikian, kelapangan rezeki dapat berupa keberkahan hidup, ketenangan batin, serta rasa cukup terhadap apa yang dimiliki. Tidak selalu berbentuk peningkatan harta dalam waktu singkat.
Apakah Umrah Mempermudah Jodoh?
Berbeda dengan persoalan rezeki, tidak ditemukan dalil yang secara eksplisit menyatakan bahwa umrah secara langsung mempermudah urusan jodoh. Dalam literatur klasik Islam, keutamaan umrah lebih banyak dikaitkan dengan penghapusan dosa, peningkatan pahala, serta kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Meski demikian, ibadah umrah tetap memiliki nilai spiritual yang besar. Saat menjalankan ibadah tersebut, seorang Muslim berada dalam kondisi yang sangat dekat dengan Allah, sehingga doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ
Artinya, “Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, Nabi bersabda: ‘Orang-orang yang berhaji dan orang-orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya Dia mengabulkan mereka, dan jika mereka memohon ampun kepada-Nya, niscaya Dia mengampuni mereka.” (HR. Ibnu Majah).
Halaman Selanjutnya
Dari sini dapat dipahami bahwa umrah bukanlah “jaminan” datangnya jodoh, melainkan sarana untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Jika setelah umrah seseorang mendapatkan jodoh, hal tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari takdir dan hasil doa yang dikabulkan, bukan sebagai konsekuensi langsung dari ibadah itu sendiri.

3 days ago
2



























