Jakarta, VIVA – Jika satu dekade lalu aset digital identik dengan budaya spekulasi dan tren internet, hari ini kripto mulai dipandang sebagai bagian dari perkembangan teknologi finansial yang semakin dekat dengan kehidupan digital masyarakat. Bitcoin Pizza Day yang dulu dikenal sebagai simbol eksperimen unik di awal kemunculan Bitcoin kini mulai dimaknai berbeda oleh industri kripto.
Momentum ini merujuk pada transaksi pembelian dua loyang pizza menggunakan 10.000 Bitcoin oleh programmer Laszlo Hanyecz pada 22 Mei 2010. Transaksi senilai sekitar US$41 tersebut menjadi kali pertama Bitcoin digunakan dalam aktivitas ekonomi nyata dan dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan aset digital. Sejak saat itu, tanggal 22 Mei diperingati setiap tahun sebagai Bitcoin Pizza Day.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bitcoin sendiri pertama kali diperkenalkan pada Januari 2009 sebagai sistem keuangan digital yang terdesentralisasi dan hadir di tengah krisis finansial global. Seiring waktu, perkembangan teknologi blockchain dan meningkatnya adopsi aset digital membuat industri kripto berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai eksperimen teknologi internet.
Melalui tema “Voice of The Chain”, Indodax menghadirkan perayaan Bitcoin Pizza Day 2026 tidak hanya sebagai ruang diskusi mengenai perkembangan industri kripto dari waktu ke waktu, tetapi juga sebagai momentum selebrasi yang mempererat kebersamaan komunitas sekaligus memperkuat keyakinan terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin.
Chief Executive Officer Indodax, William Sutanto, mengatakan bahwa perubahan tersebut terlihat dari cara masyarakat berinteraksi dengan industri kripto saat ini. Menurutnya, pengguna aset digital kini mulai lebih rasional dalam memahami risiko, strategi investasi, serta fundamental teknologi blockchain dibanding hanya sekadar mengikuti tren pasar.
“Dulu banyak orang masuk ke kripto karena fear of missing out atau sekadar ikut tren. Sekarang pendekatannya mulai berubah. Investor makin sadar pentingnya riset dan strategi yang lebih disiplin dalam menghadapi market,” ujar William.
Menurut William, perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu tanda bahwa industri kripto perlahan bergerak menuju fase yang lebih matang. Jika sebelumnya pasar lebih banyak didorong oleh euforia jangka pendek, kini semakin banyak pengguna yang mulai mempelajari market structure, memahami siklus Bitcoin, hingga menerapkan pendekatan investasi yang lebih terukur di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Halaman Selanjutnya
“Hari ini komunitas kripto juga berkembang jauh lebih kritis dan terbuka terhadap diskusi. Bukan hanya soal harga, tetapi juga soal bagaimana teknologi blockchain berkembang dan bagaimana industri ini bisa terus relevan dalam jangka panjang,” lanjut William.

2 hours ago
2















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)