Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS

8 hours ago 2

loading...

Dalam Islam, mengejar jabatan, harta, ataupun kedudukan tidak dilarang, sepanjang hal tersebut didapatkan dengan cara-cara elegan, fair, dan berlandaskan kepada etika dan moral, serta sesuai dengan keahlian dan profesinya. Foto ilustrasi/ist

Bolehkah mengejar jabatan dalam Islam? Begini ulasan dan penjelasannya berlandaskan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam dan kisah Nabi Yusuf AS

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

وعن أَبي هُريرة أنَّ رسولَ اللَّه ﷺ قَالَ: إنَّكم ستحرِصون عَلَى الإمارةِ، وستَكُونُ نَدَامَةً يَوْم القِيامَةِ رواهُ البخاري

''Sesungguhnya kalian akan berlomba-lomba mendapatkan jabatan, padahal kelak di akhirat akan menjadi sebuah penyesalan ....'' ( HR Bukhari )

Mengejar jabatan , harta, ataupun kedudukan tidak dilarang, sepanjang hal tersebut didapatkan dengan cara-cara elegan, fair, dan berlandaskan kepada etika dan moral, serta sesuai dengan keahlian dan profesinya. Apalagi jika orang tersebut bisa dipercaya keamanahannya.

Hal ini sebagaimana pernah terjadi pada Nabi Yusuf AS, ketika beliau melihat kesengsaraan rakyat Mesir di tengah kesuburan tanahnya. Beliau saat itu merasakan terjadinya salah urus dari pejabat negara yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir

Lalu, beliau meminta dijadikan sebagai pejabat yang mengurus urusan kesejahteraan masyarakat. Hal ini seperti dinyatakan dalam Al-Quran dalam Surat Yusuf ayat 55:

قَالَ اجۡعَلۡنِىۡ عَلٰى خَزَآٮِٕنِ الۡاَرۡضِ‌ۚ اِنِّىۡ حَفِيۡظٌ عَلِيۡمٌ

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |