Calon Belum Siap Mental dan Finansial, Haruskah Lamaran Ditolak? Ini Penjelasan Buya Yahya

3 weeks ago 6

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:26 WIB

Jakarta, VIVA – Memilih pasangan hidup sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Banyak orang merasa bimbang ketika dihadapkan pada calon yang dianggap belum siap secara mental maupun finansial. Pertanyaannya, apakah kondisi tersebut menjadi alasan kuat untuk menolak lamaran?

Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan bahwa kebimbangan dalam memilih pasangan justru sering muncul karena seseorang belum benar-benar memahami kebutuhan dirinya sendiri. Ia menekankan pentingnya kembali pada prinsip dasar yang diajarkan dalam Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Buya Yahya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat diri sendiri terlebih dahulu. Apakah sudah benar-benar memiliki keinginan untuk menikah atau belum.

“Dalam memilih pasangan tentu kalau orang caranya seperti yang Anda lakukan, pasti akan menemukan kebimbangan. Yang diajarkan baginda Nabi adalah pertama fokus kepada diri Anda. Anda sudah punya hajat untuk menikah atau belum,” kata Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Selasa, 31 Maret 2026. 

Jika seseorang belum memiliki kesiapan atau keinginan yang kuat untuk menikah, maka tidak perlu memaksakan diri. Sebab, pernikahan bukan sekadar hubungan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalani.

Setelah memahami diri sendiri, barulah seseorang menilai calon pasangan. Dalam hal ini, Buya Yahya menegaskan bahwa agama tetap menjadi faktor utama, sebagaimana ajaran Nabi.

“Perempuan dinikahi karena empat hal… kemudian yang keempat adalah agama. Tapi Nabi membalik… jadi kalau sudah Anda lihat agamanya baik atau tidak,” katanya lagi. 

Ia juga menjelaskan bahwa faktor ekonomi bukanlah hal utama yang harus dijadikan patokan dalam memilih pasangan.

“Pertimbangan masalah ekonomi itu tidak boleh jadikan pertimbangan paling penting. Pertimbangan bolehlah pertimbangan yang kedua, ketiga, keempat. Karena pertimbangan pertama adalah agamanya,” jelas Buya. 

Banyak orang ragu melangkah karena khawatir dengan kondisi ekonomi calon pasangan. Namun, Buya Yahya menilai bahwa rezeki adalah sesuatu yang sudah diatur oleh Allah dan bisa diupayakan bersama setelah menikah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau masalah finansial nanti boleh bangkit bersama-sama, cari bersama-sama, jenkah bersama-sama,” jelasnya lagi. 

Ia bahkan menegaskan bahwa setiap orang tetap akan mendapatkan rezekinya, baik dalam kondisi menikah maupun tidak.

Halaman Selanjutnya

“Pada dasarnya semua orang itu akan makan. Mau tidak mau akan makan. Nikah makan, nggak nikah tetap makan,” terang Buya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |