Jakarta, VIVA – Perkembangan transformasi digital di Indonesia dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan percepatan adopsi teknologi. Di sisi lain, meningkatnya investasi dan masuknya teknologi digital dari berbagai negara juga memunculkan pembahasan mengenai pentingnya ketahanan digital nasional.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar publik bertajuk Diplomasi Digital China di Asia Tenggara: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Senin 25 Mei 2026. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan peneliti yang membahas perkembangan lanskap teknologi digital di kawasan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI), Johanes Herlijanto, mengatakan perkembangan investasi digital dapat menjadi peluang untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. Namun menurut dia, perlu ada perhatian terhadap aspek keamanan dan kemandirian teknologi.
“Pemerintah juga diharapkan menggunakan otoritasnya untuk memaksa vendor asing untuk tunduk pada yurisdiksi hukum Indonesia, termasuk kepatuhan pada UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kewajiban lokalisasi data untuk sektor strategis, serta audit keamanan transparan,” ujarnya, dikutip Selasa 26 Mei 2026.
Menurut dia, peningkatan akses digital masyarakat membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat. Kehadiran perangkat teknologi yang semakin mudah dijangkau juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas digitalisasi.
Johanes menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan investasi teknologi asing dan penguatan kapasitas nasional. Diversifikasi rantai pasok serta keterlibatan lebih banyak mitra teknologi dinilai dapat menjadi bagian dari strategi tersebut.
Dalam seminar yang sama, peneliti dari Australian Strategic Policy Institute, Gatra Priyandita, menjelaskan bahwa China saat ini menjadi salah satu aktor penting dalam perkembangan teknologi digital global. Menurut dia, ekspansi digital dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, konektivitas, hingga pengembangan kapasitas teknologi.
“Asia Tenggara menjadi target utama, dengan perusahaan China berinvestasi dalam 5G, cloud, pusat data, kabel bawah laut, dan smart city,” kata Gatra.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan bahwa perkembangan tersebut dapat memberikan peluang bagi percepatan transformasi digital kawasan. Namun di sisi lain, aspek keamanan siber dan ketergantungan teknologi juga menjadi perhatian.
“Jalur Sutra Digital juga memunculkan kekhawatiran terkait ketergantungan teknologi, keamanan siber, dan pengaruh strategis China di Asia Tenggara,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Nusa Putra, Profesor Teddy Mantoro, menilai Indonesia memiliki posisi penting dalam perkembangan ekonomi digital kawasan. Besarnya populasi digital serta kebutuhan pengembangan infrastruktur dinilai menjadi daya tarik bagi investasi teknologi.

3 hours ago
1















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)