China Salahkan AS atas Mandeknya Diplomasi dengan Iran

4 days ago 2

Rabu, 22 April 2026 - 08:00 WIB

VIVA –Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung lebih dari 50 hari kini mendapat perhatian serius dunia, termasuk China. Dalam laporan terbarunya terkait Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Beijing menilai Washington sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kebuntuan diplomatik dengan Iran saat ini.

Laporan nasional itu dipublikasikan secara daring oleh Kementerian Luar Negeri China awal pekan ini. Menurut laporan itu, agresi milter AS dan Israel terhadap Iran baik pada Juni 2025 dan 28 Februari lalu secara serius melanggar hukum internasional dan tujuan piagam PBB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman presstv.ir, Rabu 22 April dalam laporan itu Beijing menilai penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir Joint Comperhensive Plan of Action (JCPO) sebagai ‘akar masalah’ dari kebuntuan diplomatik AS dan Iran saat ini.

Sebut saja pada  masa jabatan pertama Trump di tahun 2018 dirinya menarik AS dari kesepakatan nuklir tersebut dan menyebutnya sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada. Dia juga mengungkap alasan menarik diri dari kesepakatan itu karena ingin mendapatkan perjanjian dengan syarat yang lebih kuat.

Kemudian di Juni 2025 AS dan Israel menyerang fasilitas nuklir serta militer Iran. Serangan ini dilakukan saat proses negosiasi tidak langsung antara Tehran dan Washington terkait program nuklir damai Iran berlangsung.

Tujuh bulan kemudian, AS dan Israel kembali melancarkan gelombang serangan terbaru pada 28 Februari lalu. Momen ini terjadi ketika Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan nuklir yang baru.

Teheran menegaskan haknya berdasarkan NPT untuk mengembangkan teknologi nuklir bagi kebutuhan energi, riset medis, dan kemajuan ilmiah. Namun, AS dan sekutunya menuduh Iran berupaya mengembangkan kemampuan teknis untuk memproduksi senjata nuklir.

Iran secara konsisten menyatakan bahwa senjata pemusnah massal merupakan ancaman bagi umat manusia dan tidak pernah menjadi bagian dari doktrin pertahanannya, bahkan di tengah tekanan dan agresi militer langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perundingan Buntu

Pada 11–12 April, Amerika Serikat dan Iran melakukan perundingan membicarakan kelanjutan gencatan senjata selama dua pekan di Islamabad. Namun sayangnya 21 jam perundingan itu berlangsung tidak menghasilkan kesepakatan apapun.

Halaman Selanjutnya

Kini, dilaporkan delegasi AS tengah menuju Islamabad untuk putaran kedua pembicaraan dengan Teheran. Sementara itu, Iran menyatakan belum memiliki rencana untuk kembali bernegosiasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |