Dapat Restu Pemerintah, Garuda Janji Naikkan Harga Tiket Pesawat secara Proporsional

2 days ago 17

Rabu, 8 April 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan merestui kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9-13 persen, sebagai kompensasi bagi para maskapai penerbangan nasional terkait dengan melonjaknya harga avtur amimbas konflik geopolitik di Timur Tengah.

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Keputusan Menteri Perhubungan nomor 83 Tahun 2026 terkait penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik, serta rencana pemberian stimulus berupa PPN 11 persen yang ditanggung Pemerintah (DTP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan memastikan, pihaknya bakal melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur, usai kebijakan tersebut resmi diberlakukan.

"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," kata Glenny dalam keterangannya, Rabu, 8 April 2026.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Glenny Kairupan.

"Evaluasi akan dilakukan secara berkala, seiring dengan perkembangan harga avtur yang terus bergerak dinamis," ujarnya.

Glenny menambahkan, di tengah dinamika industri penerbangan global yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi harga bahan bakar termasuk avtur, Garuda Indonesia menyambut kebijakan pemerintah ini guna memastikan keberlangsungan layanan penerbangan tetap terjaga.

Hal itu sejalan dengan implementasi dukungan kebijakan Pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan nomor 83 Tahun 2026, terkait penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik serta rencana pemberian stimulus berupa PPN 11 persen yang ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

"Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan aksesibilitas layanan transportasi udara bagi masyarakat, sekaligus mendukung stabilitas ekosistem industri aviasi nasional," kata Glenny.

Di tengah tekanan industri yang masih berlanjut, Glenny mengatakan bahwa Garuda Indonesia juga mempersiapkan langkah-langkah mitigasi melalui pengkajian optimalisasi frekuensi dan jadwal penerbangan di sejumlah rute.

"Sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas kapasitas dan keberlangsungan operasional," ujar Glenny.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, ke depannya Garuda Indonesia juga akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan dinamika industri aviasi global, serta memastikan setiap langkah penyesuaian dilakukan secara adaptif.

"Demi menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Mentan Andi Amran Sulaiman

Tingkatkan Kesejahteraan, Amran Tahan HPP Gabah Petani Tetap di Rp 6.500 Per Kg

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, memutuskan untuk menahan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani usia panen tetap di Rp 6.500 per kg.

img_title

VIVA.co.id

8 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |