Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 31 poin atau 0,44 persen di level 7.122 pada pembukaan perdagangan Selasa, 31 Maret 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi menguat terbatas hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 31 Maret 2026..
Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)
Photo :
- ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Dia mengatakan, bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan di kawasan Teluk yang mendorong kenaikan harga minyak dan risiko inflasi global.
Indeks saham Nikkei 225 Jepang anjlok 2,8 persen, dan Topix turun 2,9 persen. Selain itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,81 persen, CSI 300 China melemah 0,24 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,65 persen. Sementara pasar Korea Selatan Kospi turun 2,97 persen, dan Kosdaq melemah 3,02 persen.
Tekanan pasar disebabkan oleh kenaikan harga energi setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat, termasuk ancaman gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.
"Support IHSG berada di level 6.900-7.000 sementara resist IHSG di rentang 7.150-7.280," ujarnya," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham utama Wall Street ditutup beragam dengan mayoritas turun pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Hal itu seiring tekanan kenaikan harga minyak dan koreksi saham teknologi. Indeks S&P 500 turun 0,39 persen, Nasdaq Composite melemah 0,73 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,11 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate tercatat sebesar US$102,88 per barel, dan harga minyak Brent mencapai US$112,78 per barel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, ketua The Fed, Jerome Powell menyatakan, ekspektasi inflasi masih relatif terkendali dalam jangka panjang meski harga energi meningkat. Dia menegaskan, bank sentral belum akan mengambil langkah kebijakan dalam waktu dekat, karena dampak ekonomi dari lonjakan harga minyak dan konflik geopolitik masih belum pasti.
Di sisi geopolitik, Presiden AS, Donald Trump, memberi sinyal positif bahwa konflik dengan Iran berpotensi mereda. Dia menyebut AS tengah melakukan pembicaraan serius dengan pihak yang lebih moderat. Namun, Trump juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka, AS siap menghancurkan fasilitas energi utama Iran.
Bursa Asia Keok! Kospi Anjlok Paling Dalam Usai Ancaman Donald Trump Serang Energi Iran
Bursa Asia rontok dipimpin koreksi indeks Kospi Korea Selatan pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 31 Maret 2026. Penurunan dipicu kenaikan harga minyak.
VIVA.co.id
31 Maret 2026

3 weeks ago
15



























