Liputan6.com, Jakarta - Anak-anak ternyata lebih rentan terkena influenza dibandingkan orang dewasa. Kondisi ini bukan tanpa alasan. Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Kanya Ayu, Sp.A, mengungkapkan bahwa sistem kekebalan tubuh anak yang belum matang membuat mereka lebih mudah terinfeksi virus, termasuk influenza yang kerap dianggap sepele.
"Tingkat serangan influenza tahunan pada anak bisa mencapai 20–30 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dewasa yang hanya sekitar 5–10 persen secara global," kata Kanya dalam sebuah diskusi media belum lama ini.
Lebih lanjut Kanya menjelaskan bahwa virus influenza tidak hanya menyebabkan gejala ringan seperti pilek atau demam, tapi juga bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti pneumonia.
Bahkan, dalam beberapa kasus, influenza menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak, terutama di bawah usia lima tahun.
Sistem Imun Belum Sempurna
Salah satu faktor utama yang membuat anak lebih rentan adalah sistem imun yang belum berkembang sempurna. Tubuh anak belum memiliki 'memori' terhadap berbagai jenis virus, sehingga saat terpapar influenza, respons tubuh belum sekuat orang dewasa.
Tak hanya itu, anak juga cenderung lebih aktif secara sosial, seperti bermain di sekolah atau tempat umum, yang meningkatkan risiko penularan. Ditambah lagi, kebiasaan menjaga kebersihan yang belum konsisten membuat virus lebih mudah menyebar.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah kemampuan virus influenza untuk tetap menular meski gejala sudah mereda. Kanya menjelaskan bahwa virus ini bisa bertahan cukup lama di tubuh anak.
"Virus influenza bisa bertahan sejak masa inkubasi hingga anak sembuh, bahkan sisa virusnya masih bisa menular ke orang lain selama beberapa hari," ujarnya.
Artinya, anak yang terlihat sudah pulih tetap berpotensi menularkan virus kepada anggota keluarga lain, termasuk lansia yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Influenza juga bisa memicu komplikasi berat seperti pneumonia. Infeksi ini dapat merusak saluran pernapasan dan membuka jalan bagi bakteri atau virus lain untuk menginfeksi paru-paru.
Gejala pneumonia akibat influenza meliputi sesak napas, demam tinggi, batuk berdahak, nyeri otot, hingga sakit kepala. Kondisi ini bisa berakibat fatal, terutama pada anak dengan penyakit penyerta (komorbid).

4 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564692/original/005701000_1776996151-Raditya_Dika_Lagi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564727/original/012118000_1776997561-GUE07958.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564689/original/083602700_1776995183-Raditya_Dika.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564634/original/098513000_1776988223-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Tumbuh_Kembang_Anak_sekaligus_Satgas_Imunisasi_IDAI__Prof._DR._dr._Soedjatmiko__SpA__K___MSi_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5564633/original/011450200_1776988078-Anggota_Satgas_Imunisasi_Ikatan_Dokter_Anak_Indonesia__IDAI___Prof._DR._dr._Soedjatmiko__SpA_K___MSi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161733/original/061929900_1741847497-1741841370447_penyebab-stroke-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5565552/original/059440000_1777030942-audiometri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2518854/original/029910800_1544352294-ruam_kulit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3995369/original/094188500_1649920396-towfiqu-barbhuiya-o3Dunr7Vl-o-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219740/original/066733700_1747226370-coworking-man-woman-with-gadgets.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565135/original/025890200_1777012709-photo_2026-04-21_11-49-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5184064/original/013792300_1744262387-Mata_rabun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564778/original/088090500_1777000144-20260423_110044.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564691/original/022013800_1776995898-hipoglikemia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5114806/original/026014100_1738243126-Gagal_ginjal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5264371/original/050620800_1750846189-sports-girl-black-top-training-autumn-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5243581/original/080215700_1749108542-side-view-businesswoman-outdoors-city-with-copy-space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563321/original/092529600_1776856283-1.jpg)



























