Dubes Iran Apresiasi Kesediaan Indonesia Jadi Fasilitator Perdamaian

4 weeks ago 13

Jumat, 3 April 2026 - 15:01 WIB

Jakarta, VIVA – Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya untuk berperan sebagai fasilitator, dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia, yang setelah perang Amerika-Israel melawan Iran menyatakan kesediaannya untuk menjembatani bagi terwujudnya perdamaian, untuk menjadi fasilitator dalam terciptanya perdamaian di wilayah tersebut,” kata Boroujerdi saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam Indonesia di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyampaikan, komitmen Indonesia tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris

Selain itu, Boroujerdi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada tokoh cendekiawan Islam Indonesia, Din Syamsuddin, yang ikut pula hadir dalam pertemuan itu.

Dia menilai, Din Syamsuddin yang juga merupakan Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) itu memiliki kontribusi besar, di antaranya dalam mendorong upaya perdamaian, baik di tingkat kawasan maupun global.

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan spesial terhadap Prof. Syamsuddin selaku ketua CDCC yang begitu rupa usahanya, begitu banyak usahanya untuk menciptakan perdamaian yang langgeng, perdamaian yang abadi baik itu di wilayah ataupun juga di dunia,” ujar Boroujerdi.

Berikutnya dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi mengajak segenap umat Islam, terutama umat Islam di tanah air untuk bersatu mengampanyekan anti-perang.

"Oleh karena itu, sebaiknya bagi umat Islam, wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh Zionis dan juga bersama Amerika," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan bahwa pihak Zionis tidak hanya memerangi Islam, tetapi juga agama-agama lainnya.

"Rezim Zionis ini menentang seluruh agama, menentang agama Islam, menentang agama Kristen, menentang bahkan Yahudi yang non-Zionis. Mereka menentang semua, tidak mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan ibadahnya di Masjidil Aqsa," ujarnya. (Ant).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning

Trump Ancam Tingkatkan Serangan ke Iran, China Desak Perang Dihentikan

Pemerintah China kembali meminta penghentian operasi militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, meski Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan meningkatkan serangannya

img_title

VIVA.co.id

3 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |