Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Ginjal, Bisakah Dicegah dengan Obat Herbal?

3 weeks ago 20

Senin, 30 Maret 2026 - 17:46 WIB

Jakarta, VIVA – Perubahan gaya hidup modern yang serba cepat turut membawa konsekuensi terhadap kesehatan masyarakat, termasuk meningkatnya risiko penyakit ginjal. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, ditambah kurangnya aktivitas fisik, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap gangguan fungsi ginjal dalam jangka panjang. 

Kondisi ini mendorong pentingnya langkah pencegahan sejak dini melalui pendekatan yang menyeluruh, termasuk gaya hidup sehat dan pemanfaatan obat herbal secara bijak. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit ginjal sejak dini. Salah satunya adalah dengan menjalani gaya hidup yang sehat dan seimbang, serta mengonsumsi obat herbal yang tepat dan aman. 

Upaya ini menjadi semakin relevan mengingat data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia sebesar 0,38% atau 3,8 orang per 1000 penduduk. Meski terlihat kecil, angka tersebut dinilai belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Penelitian Perhimpunan Nefrologi Indonesia bahkan menunjukkan bahwa prevalensi riil dapat mencapai 12,5%.

Tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal turut menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam hal literasi kesehatan. Oleh karena itu, pentingnya edukasi agar masyarakat tidak sembarangan dalam mengonsumsi produk herbal. 

“Kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk herbal yang tepat masih rendah. Banyak yang mengonsumsi tanpa memahami komposisi, dosis yang benar, atau cara penyimpanan yang tepat,” ungkap Direktur PT. Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois, dalam keterangannya.

Secara umum, obat herbal terstandar yang berasal dari bahan alami memang telah lama digunakan sebagai pendukung kesehatan, termasuk untuk fungsi ginjal dan saluran kemih. Beberapa bahan seperti daun alpukat, sukun, tempuyung, dan keji beling diketahui memiliki manfaat tertentu. 

“Ekstrak daun sukun dan tempuyung secara khusus membantu meluruhkan batu ginjal, sementara daun keji beling efektif mengatasi infeksi saluran kemih. Daun alpukat berperan dalam meningkatkan fungsi ginjal secara keseluruhan,” jelas Akhmad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, pemahaman terkait cara konsumsi juga menjadi hal krusial. 

“Untuk herbal Tugingo dikonsumsi 3×2 kapsul sehari setelah makan. Obat harus disimpan di tempat kering, terhindar sinar matahari langsung, pada suhu di bawah 30°,” terangnya.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, deteksi dini gangguan ginjal tidak boleh diabaikan. Gejala seperti urine berbusa, pembengkakan pada kaki, mudah lelah, serta nyeri pinggang berkepanjangan perlu menjadi perhatian serius. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |