Gelar Welcome Dinner IIE 2026, Kemenpar Pacu RI Jadi Tujuan Wisata Halal Nomor 1 Dunia

9 hours ago 2

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:48 WIB

Jakarta, VIVA – Setelah dibuka oleh Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf alias Gus Irfan pada Jumat pagi, 26 Juni 2026, International Islamic Expo (IIE) 2026 juga menggelar Welcome Dinner pada malam harinya, sebagai momentum penguatan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim dunia.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian 'The 16th International Islamic Expo 2026' yang dihelat di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 di Singapura pada Kamis, 18 Juni 2026. Capaian tersebut naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Indonesia berada di posisi kelima pada tahun 2025," kaya Vinsensius dalam keterangannya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, membuka acara International Islamic Expo 2026 — The 16th Tourism Exchange

Dia mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia seperti misalnya Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, menjadi andalan Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim.

Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, layanan pendukung, serta daya tarik destinasi yang kuat bagi wisatawan Muslim.

“Target kami berikutnya tentu menjadi nomor satu dunia. Untuk itu kami terus mendorong peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan Muslim, mulai dari penyediaan informasi makanan halal, fasilitas ibadah, hingga layanan tambahan di hotel dan destinasi wisata agar wisatawan lebih nyaman," ujarnya.

Vinsensius menjelaskan, pameran ini juga menjadi momentum memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim dunia. Terlebih, International Islamic Expo 2026 juga turut menghadirkan 126 peserta pameran, yang terdiri atas 80 peserta domestik dan 46 peserta internasional dari 16 negara.

Penyelenggaraan selama tiga hari ditargetkan mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp 115 miliar, dengan total kunjungan sekitar 18.000 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami harapkan International Islamic Expo bukan sekadar pameran industri halal dan perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia. Pameran ini juga menampilkan destinasi-destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia,” kata Vinsensius.

Dia menilai, pariwisata MICE merupakan salah satu produk pariwisata berkualitas, karena memiliki tingkat pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan leisure.

Halaman Selanjutnya

"Kementerian Pariwisata berkomitmen mengembangkan sektor tersebut sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |