Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:00 WIB
Jakarta, VIVA – Rentetan gempa bumi yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam waktu kurang dari 24 jam pada Rabu-Kamis, 24-25 Juni 2026, memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mulai dari Venezuela, Jepang, California, Filipina, Indonesia, Papua Nugini, Meksiko hingga Selandia Baru sama-sama mengalami aktivitas seismik dalam periode yang hampir bersamaan. Kondisi ini pun memicu spekulasi, apakah Bumi sedang mengalami sesuatu yang tidak biasa.
Dalam rentang waktu tersebut, California diguncang gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,6. Sementara itu, Venezuela mengalami dua gempa besar beruntun berkekuatan M7,2 dan M7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari dua menit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa jam kemudian, gempa M6,9 mengguncang lepas pantai Prefektur Iwate, Jepang. Pada waktu yang hampir bersamaan, aktivitas gempa juga tercatat di Filipina, Indonesia, Papua Nugini, Alaska, Meksiko, Chile, Selandia Baru, hingga Kepulauan Kermadec.
Jika melihat peta sebaran gempa global, rentetan kejadian tersebut memang tampak mencolok. Namun, apakah semua gempa itu saling berkaitan?
Gempa Besar Terjadi Hampir Bersamaan
Tiga gempa terbesar dalam periode tersebut terjadi di Venezuela, Jepang, dan California.
Berdasarkan catatan US Geological Survey (USGS), Venezuela mengalami dua gempa besar secara berurutan dalam waktu kurang dari dua menit. Gempa berkekuatan M7,2 langsung disusul gempa M7,5 yang menyebabkan kerusakan luas, menimbulkan korban jiwa, serta memicu peringatan tsunami di kawasan Karibia.
Beberapa jam setelah itu, gempa M6,9 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Iwate, Jepang. Getaran gempa terasa hingga Tokyo dan membuat operator menghentikan sementara operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen sebagai langkah pengamanan.
Sebelumnya, California Utara juga lebih dulu diguncang gempa M5,6 yang disebut sebagai guncangan terkuat di kawasan tersebut sejak 1940.
Selain ketiga gempa besar tersebut, katalog gempa dunia juga mencatat puluhan aktivitas seismik lain di sejumlah negara dalam periode yang sama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak Berasal dari Sumber Tektonik yang Sama
Meski banyak negara mengalami gempa dalam waktu berdekatan, para ahli menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berasal dari satu sumber tektonik yang sama.
Halaman Selanjutnya
Sebagian besar wilayah yang mengalami gempa memang berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yaitu sabuk tektonik sepanjang sekitar 40.000 kilometer yang menjadi lokasi sekitar 90 persen gempa bumi di dunia.

10 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

