Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:20 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Jumat, menyusul serangan drone Iran terhadap sebuah kapal kargo yang melintas di Selat Hormuz. Kedua negara saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru disepakati pekan lalu.
Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command) menyatakan operasi militer menyasar lokasi penyimpanan rudal, gudang drone, serta fasilitas radar pantai milik Iran. Seorang pejabat AS mengatakan operasi tersebut telah selesai dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, Iran melaporkan sebuah proyektil menghantam kawasan sekitar dermaga di Sirik, wilayah selatan negara itu. Teheran juga mengklaim angkatan laut Garda Revolusi kemudian membalas dengan menyerang target-target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
AS Sebut Iran Langgar Kesepakatan
Amerika Serikat menuding serangan drone terhadap kapal dagang di Selat Hormuz merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pekan lalu.
Dalam pernyataannya, U.S. Central Command menyebut serangan terhadap fasilitas militer Iran merupakan respons atas insiden yang terjadi terhadap kapal komersial yang sedang berlayar di jalur pelayaran strategis tersebut.
"The unwarranted aggression against commercial shipping by Iranian forces clearly violated the ceasefire," demikian pernyataan U.S. Central Command.
Militer AS juga memastikan akan terus memberikan koordinasi serta dukungan keamanan bagi kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz guna menjaga kelancaran pelayaran internasional.
JD Vance: Kekerasan Akan Dibalas dengan Kekerasan
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Washington telah mematuhi isi kesepakatan gencatan senjata atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani kedua pihak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Vance, apabila Iran memiliki keberatan terkait implementasi kesepakatan tersebut, penyelesaiannya seharusnya dilakukan melalui jalur komunikasi, bukan dengan aksi kekerasan.
"Iran signed a ceasefire agreement. We have honored it. If they have disagreements about how the MOU is being applied, they can pick up the phone. But violence will be met with violence," tulis Vance melalui akun X.
Halaman Selanjutnya
Iran Klaim Beri Balasan

10 hours ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

