Harga Emas Dunia Naik, Siap-siap Nyungsep Bulan Depan

5 hours ago 1

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:15 WIB

Jakarta, VIVA – Harga emas dunia menjadi sorotan usai membukukan lonjakan untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Di balik kenaikan tersebut, logam mulia ini diproyeksi kembali mengalami tertekan pada bulan depan.

Harga emas spot tercatat naik 1,6 persen ke level US$4.564 per ons pada pukul 08.51 waktu setempat setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah sejak November. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 1,5 persen ke posisi US$4.594 per ons.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai penguatan harga emas saat ini lebih didorong oleh ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Lonjakan harga emas didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

Perang masih berlangsung sengit dan belum ada tanda-tanda penyelesaian. Hal ini mendorong harga emas naik karena permintaan safe haven. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, dan indeks dolar AS,” ujar Wyckoff dikutip dari Kitco, Selasa, 31 Maret 2026.

Kapal perang AS USS Gravely menembakan artileri di Laut Merah

Saat ini, pelaku pasar menantikan pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, dan Presiden The Fed New York John Williams untuk mencari petunjuk arah kebijakan selanjutnya. Menurut Wyckoff, emas berpotensi anjlok jika bank sentral AS masih menahan suku bunga.

“Saya pikir Powell akan berhati-hati dan mencoba bersikap netral. Namun jika komentarnya cenderung hawkish, emas bisa tertekan. Sebaliknya, jika dovish, harga bisa kembali menguat,” kata Wyckoff.

Selain itu, investor juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, seperti data lowongan kerja, penjualan ritel, laporan tenaga kerja ADP, hingga nonfarm payrolls.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 2,5 persen ke US$71,36 per ons. Platinum menguat 3 persen ke US$1.919,23, sementara palladium melonjak 4,3 persen ke US$1.436,56 per ons.

Tensi perang memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel dan berjanji akan menghukum agresor lalu dibalas Israel menggempur Teheran. Konflik semakin meluas dengan keterlibatan kelompok Houthi di Yaman yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Halaman Selanjutnya

Kondisi ini menjadi tekanan tersendiri bagi emas. Sepanjang Maret, harga emas telah merosot lebih dari 13 persen dan berpotensi mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak 2008. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar untuk meninjau ulang ekspektasi suku bunga.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |