Harga Minyak Naik Lebih dari Rp100 Ribu Usai Trump Ancam Hantam Iran dalam Waktu Dekat

4 hours ago 1

Jumat, 3 April 2026 - 16:10 WIB

Jakarta, VIVAHarga minyak dunia melonjak tajam menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali ancaman akan menggempur Iran dalam beberapa pekan ke depan dan gagal memberikan kejelasan soal akhir konflik.

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya kedua harga acuan sempat turun lebih dari US$1 menjelang pidato Trump yang disiarkan secara nasional. Lonjakan harga energi dunia sontak memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global yang berpotensi berlangsung lebih lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada perdagangan Kamis pagi, 3 April 2026, minyak mentah Brent tercatat naik US$6,33 atau 6,3 persen atau sekitar Rp 107 ribu ke level US$107,49 atau Rp 1,82 juta 

per barel. Sementara itu, minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak US$5,28 atau 5,3 persen menjadi US$105,40 per barel.

Ilustrasi minyak mentah.

Photo :

  • CNBC Internasional

Dalam pidatonya, Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuan tercapai. Ia menambahkan, serangan akan diluncurkan sekitar dua sampai tiga pekan ke depan.

“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat (dengan kemenangan),” ujar Trump dikutip dari Al-Jazeera pada Kamis, 3 April 2026.

Di sisi lain, eskalasi konflik semakin memperburuk krisis energi global. Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel.

Penutupan jalur vital tersebut mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sehingga memicu krisis energi terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi lonjakan harga lanjutan, terutama jika konflik terus bereskalasi tanpa kepastian penyelesaian.

Trump juga meminta negara lain untuk turun tangan mengatasi krisis tersebut. “Kepada negara-negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar, banyak di antaranya menolak terlibat… kumpulkan keberanian yang tertunda, pergi ke selat dan ambil saja,” kata Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir BBC, Pendiri InterCapital Energy, Alberto Bellorin, menilai lonjakan ini sebagai respons nyata pasar terhadap pupusnya harapan gencatan senjata dalam waktu dekat.

Ia menegaskan, pidato Trump tidak memberikan timeline yang konkret terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya

“Normalisasi kondisi kini terlihat akan memakan waktu berbulan-bulan, bukan hitungan minggu,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |