Hati-hati, Serangan Jantung yang Terlambat Ditangani Bisa Berisiko Fatal

3 days ago 10

Rabu, 22 April 2026 - 17:20 WIB

VIVA Serangan Jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka mencapai lebih dari 650.000 jiwa per tahun akibat penyakit kardiovaskular, termasuk jantung iskemik dan stroke. Tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia muda dan produktif, bahkan saat berolahraga. 

Hal ini juga disebabkan oleh belum banyak masyarakat yang paham akan kerusakan otot jantung yang bisa terjadi hanya dalam waktu  20–30 menit, dimana setiap keterlambatan 30 menit akan meningkatkan 7-10 persen risiko kematian. Oleh karena itu, serangan jantung adalah kondisi kritis dimana setiap menit menentukan hidup atau mati, sehingga diperlukan penanganan yang cepat dan tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Medical Officer Siloam International Hospital, Dr. Grace Frelita M.M, menjelaskan bahwa penanganan pasien serangan jantung perlu dilakukan dengan cepat dan tepat yakni kurang dari 90 menit.

"Jika fasilitas dan tim sudah siap dengan begitu penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat idealnya sudah dengan Door-to-Balloon Standard yaitu kurang dari 90 menit sejak pasien pertama ditangani," kata dia dalam keterangan resminya, Rabu 22 Apri 2026.

Grace menjelaskan lebih lanjut bahwa tindakan yang dilakukannya dan tim adalah dengan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) di Cath Lab sebagai prosedur non-bedah untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung menggunakan kateter yang dilengkapi balon dan stent (ring). 

Tindakan ini bertujuan untuk segera mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang terhambat, sehingga dapat mengurangi kerusakan jaringan jantung, meredakan gejala seperti nyeri dada, serta secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan pasien. 

"Maka dari itu, penanganan pada pasien serangan jantung memang bertaruh dengan kecepatan dan ketepatan," sambung dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjawab kebutuhan akan penanganan pasien serangan jantung, Siloam International Hospital memperkuat layanan Chest Pain Ready Hospital sebagai rumah sakit yang siap menangani kegawatdaruratan jantung agar mendapatkan penanganan secara cepat, tepat, dan menyelamatkan nyawa. Layanan ini diperkuat dengan prinsip “time is muscle” (semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin banyak otot jantung terselamatkan). 

Layanan ini juga disiapkan dengan system end-to-end di Siloam International Hospital untuk memastikan penanganan pasien berjalan cepat dan terintegerasi bagi pasien dengan gejala nyeri dada
mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), pemeriksaan EKG dalam waktu 10 menit, kesiapan tim medis multidisiplin 24/7, hingga fasilitas Cath Lab (katerisasi jantung) yang siap digunakan tanpa delay. 

Halaman Selanjutnya

Kesiapan ini menjadi solusi nyata bagi keselamatan dan hasil klinis pasien. Artinya, pasien dengan kondisi darurat seperti serangan jantung dapat langsung ditangani secara optimal sejak awal kedatangan, dengan proses yang mulus hingga tindakan lanjutan tanpa hambatan.  

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |