Jakarta, VIVA – IHSG dibuka melemah 31 poin atau 0,41 persen di level 7.528 pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 April 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi bergerak sideways alias datar pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG berpotensi bergerak sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 22 April 2026.
Dia mengatakan, bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa kemarin, didorong optimisme investor terhadap peluang negosiasi damai antara AS dan Iran.
Sentimen positif lain juga diperkuat oleh meningkatnya minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 2,7 persen dan Kosdaq naik 0,4 persen.
Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,9 persen, Topix melemah 0,18 persen, dan S&P/ASX 200 Australia turun moderat 0,04 persen. Di sisi lain, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,34 persen dan Taiex Taiwan melesat 1,75 persen.
Selain itu, pelaku pasar juga menanti sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon pimpinan The Fed. Dalam pernyataannya, Warsh menegaskan komitmennya menjaga independensi kebijakan moneter, di tengah kritik Presiden Donald Trump terhadap bank sentral tersebut.
"Support IHSG berada di level 7.450-7.500 sementara resist IHSG di rentang 7.570-7.600," ujarnya," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks utama saham Wall Street kompak melemah pada Selasa kemarin, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran tidak akan tercapai sebelum tenggat gencatan senjata berakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indeks S&P 500 turun 0,63 persen, Nasdaq Composite melemah 0,59 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,59 persen. Menjelang penutupan perdagangan, laporan bahwa rencana kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, untuk mengikuti negosiasi dengan Iran ditunda.
Penundaan tersebut terkait kurangnya komitmen dari pihak Teheran. Selain itu, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan, gencatan senjata akan diperpanjang hingga Iran menyampaikan proposal resmi.
Bursa Asia Terguncang Usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran, Ancam Blokade Laut Berlanjut
Bursa Asia-Pasifik bergejolak pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 22 April 2026. Pasar khawatir usai Trump memperpanjang periode gencatan senjata AS di Iran.
VIVA.co.id
22 April 2026

4 days ago
9



























