Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum beranjak dari zona merah. IHSG terkoreksi 0,24 persen atau 17,77 poin menjadi 7.541,61 pada penutupan perdagangan Rabu, 22 April 2026.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG sempat turun hingga menyentuh level 7.516 sebagai titik terendah intraday. Sementara itu, titik tertingginya sepanjang sesi perdagangan hari ini berada di level 7.576 di jam-jam awal pembukaan pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 18,02 triliun sementara volume transaksi harian sebesar Rp 493,61 juta. Aktivitas perdagangan yang dilakukan investor relatif ramai, yakni sebanyak 2,95 juta transaksi.
Meski IHSG terkoreksi, mayoritas sektor saham justru terpantau kinclong. Sektor transportasi memimpin kenaikan sebesar 4,76 persen, sektor konsumer siklikal melonjak 1,21 persen, sektor industri menguat 1,14 persen dan sektor infrastruktur meningkat 1,09 persen.
Hasil positif juga dicatatkan sektor keuangan menguat 1,05 persen, sektor kesehatan melambung 0,53 persen, sektor konsumer non-siklikal naik 0,10 persen dan sektor teknologi naik tipis 0,04 persen.
Papan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia
Photo :
- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Sementara itu, sektor bahan baku tergersu 0,68 persen lalu sektor energi kehilangan 0,16 persen dan sektor properti turun 0,03 persen.
"IHSG cenderung bergerak mixed di tengah sentimen yang variatif. Diperpanjangnya gencatan senjata AS-Iran tanpa batas waktu pada satu sisi menjadi faktor positif karena untuk sementara perang mereda. Namun di sisi lain berakibat memperpanjang ketidakpastian," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya, Rabu, 22 April 2026.
Analis Phintraco Sekuritas menambahkan, penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut akan membuat harga minyak mentah berada pada level tinggi dalam waktu lama. Sehingga akan meningkatkan biaya energi yang dapat meningkatkan beban pemerintah, perusahaan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara teknikal, IHSG belum mampu menembus MA5 dikisaran level 7591 seiring dengan pergerakan histogram positif pada MACD yang terus mengecil serta indikator stochastic RSI yang berada pada overbought area.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 4,75 persen. Keputusan ini masih konsisten untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah akibat ketidakpastian global yang masih tinggi.
Menlu Pastikan Pasokan Minyak RI Aman: Tak Semua Suplai Lewat Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono memastikan pasokan energi RI, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) aman meski masih ada kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz
VIVA.co.id
22 April 2026

3 days ago
3



























