Indonesia Dipilih Jadi Tuan Rumah Pembuka Red Bull Cliff Diving 2026, Bali Siapkan Dua Lokasi Ekstrem

4 hours ago 5

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Indonesia kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah ajang olahraga ekstrem kelas dunia. Kali ini, Indonesia didapuk sebagai tuan rumah seri pembuka Red Bull Cliff Diving World Series 2026 yang akan digelar di dua lokasi ekstrem di Bali.

Ajang bergengsi tersebut merupakan musim ke-17 dan akan dibuka di Air Terjun Kroya, Buleleng, sebelum berlanjut ke laga puncak di Tebing T-Rex, Pantai Kelingking, Nusa Penida. Kedua lokasi ini dikenal memiliki karakter alam yang menantang, mulai dari kolam alami hingga perairan Samudera Hindia dengan ombak besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut mendukung penuh penyelenggaraan ajang internasional tersebut, terutama dari sisi keselamatan dan standar operasional.

"TNI AL menyambut baik kerja sama ini, dengan pengamanan dan dukungan operasional yang optimal, Indonesia dapat menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam menjadi tuan rumah perhelatan olahraga dunia," kata Muhammad Ali di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.

Sebanyak 24 atlet dunia akan tampil pada seri pembuka ini dengan melakukan lompatan dari ketinggian hingga 27 meter. Untuk memastikan keselamatan atlet, TNI AL akan terlibat langsung dalam tim penyelamat bersama kru internasional, termasuk dalam pembacaan arus laut, dinamika cuaca, serta kesiapan personel di lapangan.

Pantai Kelingking akan menjadi tuan rumah Babak 3 dan 4 di Bali

Selain menjadi ajang olahraga ekstrem, penyelenggaraan kompetisi ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi dan pariwisata yang signifikan bagi Bali. Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Buleleng serta Pemerintah Provinsi Bali turut terlibat dalam mendukung kelancaran acara.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut penunjukan Bali sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk memperkenalkan keindahan alam Bali ke dunia internasional.

"Merupakan suatu kehormatan bagi Provinsi Bali menjadi tuan rumah ajang bergengsi dunia ini, sekaligus memperkenalkan keindahan alam kepada masyarakat global," ujar I Wayan Koster.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan Bali siap menjadi tuan rumah yang baik bagi atlet, ofisial, dan wisatawan dari berbagai negara.

"Bali siap menjadi panggung bagi kegiatan internasional yang yang berkualitas, berkelas, dan berkelanjutan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Setelah seri pembuka di Indonesia, kompetisi akan berlanjut ke sejumlah negara dan ditutup di Oman pada November 2026. (Ant)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |