Inflasi Bulan Maret Diprediksi Turun ke Kisaran 3,5 Persen, Efek Lebaran dan Harga BBM Jadi Sorotan

3 weeks ago 7

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:35 WIB

Jakarta, VIVA – Pelaku pasar menantikan rilis resmi data inflasi Maret 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 1 April 2026. Laju inflasi pada Maret 2026 diperkirakan melandai dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, memperkirakan inflasi pada bulan Maret berada di kisaran 0,6 persen secara month to month (mtm). Sedangkan secara tahuhan, ia memproyeksi inflasi berada di level 3,5–3,6 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan Februari 2026 yang mencapai 4,76 persen. Faisal mengungkap, penurunan inflasi tahunan dipengaruhi oleh efek basis rendah (low-base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025 yang sempat mendorong lonjakan inflasi di awal 2026.

“Setelah (periode) diskonnya habis pada bulan Februari, maka Maret ada lonjakan inflasi secara month to month,” ucap Faisal dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menambahkan, tekanan inflasi bulanan pada Maret juga dipicu oleh momentum Lebaran serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Kenaikan harga pangan dan biaya transportasi selama musim mudik turut memperbesar tekanan tersebut.

“Terutama kalau di Lebaran itu juga harga pangan, komponen harga pangan itu yang mengalami kenaikan, selain itu juga (biaya) transportasi yang naik karena ada musim mudik,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan CORE Indonesia pun mendukung keputusan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi. Menahan harga dinilai mampu mengurangi dampak Perang AS-Israel dan Iran terhadap perekonomian nasional, terutama di kalangan kelompok rentan, yaitu kelompok miskin dan kelas menengah yang berada di level bawah.

“Kebijakan untuk mempertahankan daya beli mereka itu menjadi sangat penting pada konteks ini, di samping juga perlu memikirkan alokasi untuk social assistance (bantuan sosial) untuk tanggap darurat,” ucap Faisal.

Pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina.

Dilema Pemerintah Soal Harga BBM, Tahan Inflasi atau Bebani APBN?

Pemerintah dihadapkan pada dilema harga BBM di tengah lonjakan minyak global. Analis membeberkan dampak jika harga BBM ditahan ataupun jika harga BBM naik.

img_title

VIVA.co.id

31 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |