Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengakui, investasi proyek Lapangan Abadi Blok Masela yang awalnya sebesar US$20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun (asumsi kurs Rp 16.995), kemungkinan bisa meningkat pada saat diimplementasikan.
Hal itu menurutnya adalah karena adanya dinamika geopolitik yang tidak menentu, yang ke depannya bisa mengubah berbagai hal terkait nilai investasi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Total (investasi) Blok Masela US$20,9 miliar nilai awalnya. Kemungkinan besar ketika terjadi geopolitik yang tidak menentu, itu akan terjadi peningkatan. Tapi setelah nanti pada saat implementasinya," kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa, 31 Maret 2026.
Jajaran petinggi Inpex Masela Ltd., dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 9 April 2025
Photo :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Dia mengaku bahwa Presiden Prabowo telah memintanya untuk segera menjalankan proyek Masela tersebut, mengingat besarnya nilai investasi dan kenyataan bahwa proyek tersebut telah lama mangkrak.
Karenanya, melalui berbagai komunikasi yang terus dijalankan, proyek ini pun akhirnya memasuki tahapan tender engineering, procurement, and construction (EPC), yang ditargetkan berlangsung di tahun 2026 ini.
Hal itu bersamaan dengan final investment decision (FID), yang juga diharapkan bisa rampung pada tahun ini. "Kenapa ini harus dipercepat? Karena ini penghasil migas salah satu yang giant, 1.200 MM," ujarnya.
Bahlil mengatakan, apabila nantinya proyek Masela ini bisa terealisasi sesuai rencana, Dia meyakini bahwa aspek ketahanan energi nasional di sektor migas akan terjamin. Dia mengaku optimis bahwa hal itu akan membuat Indonesia menjadi salah satu pemain besar sektor gas di level global.
"Kalau ini mampu kita lakukan, maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia," kata Bahlil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melalui pembahasan yang telah dilakukan dengan pihak INPEX, Bahlil memastikan bahwa nantinya pemerintah akan membeli hasil produksi dari Blok Masela tersebut apabila belum ada pembelinya.
"Kemarin saya minta, kalau seandainya market di luar belum clear, itu dibeli semua oleh Danantara dalam hal ini PGN, supaya kita memperkuat hilirisasi dalam negeri," ujarnya.
Mengenal Micromanage, Gaya Kepemimpinan Prabowo yang Jadi Sorotan
Prabowo mengaku sering micromanage, pahami arti micromanagement, dampaknya bagi tim, serta bagaimana menyikapinya dalam dunia kerja modern. baca di sini
VIVA.co.id
31 Maret 2026

3 weeks ago
9



























