Iran Ancam Serang Kilang Minyak Negara Arab

4 days ago 5

Rabu, 22 April 2026 - 09:00 WIB

VIVA –Kepala Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi  menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu menyerang musuh yang melampaui batas dan melakukan agresi terhadap wilayahnya.

“Hari ini kami datang kepada kalian untuk menyatakan komitmen kami. Jika setelah gencatan senjata musuh kembali melampaui batas dan melakukan agresi terhadap tanah Iran, maka kali ini target kami adalah kemanapun kalian arahkan,” kata dia dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 22 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan ini juga menjadi peringatan untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah agar tidak bekerja sama dengan musuh dalam hal ini Amerika Serikat. Iran bahkan mengancam jika negara-negara Arab membantu AS, maka fasilitas produksi minyak mereka akan menjadi sasaran dan terdampak. Seperti diketahui, Amerika Serikat memiliki pangkalan udara dan militer di sejumlah negara Arab.

“Negara-negara tetangga di Selatan harus memahami, jika wilayahnya dan sumber daya mereka digunakan oleh Amerika untuk menyerang bangsa Iran. Maka mereka harus bersiap mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di kawasan Asia Barat,” kata dia.

Dalam kesempatan itu juga, Mousavi mengucapkan rasa terima kasih kepada rakyat Iran yang tetap memadai jalan-jalan dan alun-alun kota selama lebih dari 50 hari sebagai bentuk dukungan kepada angkatan bersenjata dalam perang ketiga yang dipaksakan.

“Anak-anak kalian berdiri di sisi peluncur rudal selama empat puluh hari dan malam, memperlihatkan kepada dunia kesombongan kekuatan global. Dan selama masa jeda militer (gencatan senjata), mereka tetap siaga, tangan di pelatuk, siap membela tanah kuno ini beserta peradaban yang telah berusia ribuan tahun,” ujarnya dalam pesan yang diperdengarkan di seluruh alun-alun kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gencatan senjata selama dua pekan dijadwalkan berakhir pada Selasa malam di tengah kebuntuan terkait putaran perundingan berikutnya, sementara Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengumumkan perpanjangannya.

Iran sendiri belum memberikan tanggapan atas pengumuman tersebut, namun telah memperingatkan bahwa blokade laut ilegal harus segera dicabut oleh Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela

Alasan Trump Mendadak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, dengan mengatakan bahwa militer AS akan menunda serangan yang direncana

img_title

VIVA.co.id

22 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |