Rabu, 22 April 2026 - 10:54 WIB
VIVA – Iran memamerkan kemampuan militernya dalam sebuah parade rudal yang digelar di beberapa kota, termasuk Teheran, Kerman, dan Tabriz pada Selasa malam, 21 April 2026. IRGC menampilkan rudal balistik Ghadr secara mencolok di tengah kerumunan massa demonstrasi pro-pemerintah di alun-alun pusat Teheran.
Para peserta aksi terdengar meneriakkan slogan "Matilah Amerika" sambil memuji Majid Mousavi dan mendesaknya untuk “menargetkan Tel Aviv”. Di lokasi terpisah di ibu kota, rudal balistik Khorramshahr-4 juga dipamerkan di alun-alun utama kota lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aksi serupa tidak hanya berlangsung di Teheran, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain seperti Shiraz, Tabriz, dan Zanjan, di mana persenjataan turut dipamerkan di ruang publik. Dalam foto yang terpasang pada salah satu rudal itu tercantum target potensial berupa RasGas, perusahaan gas alam cair yang berbasis di Doha.
Menurut laporan yang diterima oleh Iran International, aksi tersebut berlangsung sesaat sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Selasa malam.
IRGC memamerkan rudal di beberapa kota termasuk Teheran, jelang berakhirnya gencatan senjata
Gambar-gambar menunjukkan rudal-rudal dipamerkan di area perkotaan publik dekat zona perumahan, tanpa terlihat adanya langkah-langkah keamanan atau perlindungan kerumunan, yang menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga sipil.
Unjuk rasa pro-pemerintah ini disebut berlangsung setiap hari di berbagai alun-alun utama di seluruh Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari. Pejabat dan televisi pemerintah disebut aktif mendorong partisipasi publik. Aksi biasanya digelar pada malam hari dengan tujuan menunjukkan dukungan massa kepada pemerintah, ditandai dengan pengibaran bendera nasional oleh kerumunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara terpisah, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengeluarkan peringatan keras terkait potensi eskalasi di kawasan. Menurut laporan kantor berita pemerintah Fars News Agency, Majid Mousavi menyatakan bahwa negara-negara tetangga di Teluk harus mewaspadai konsekuensi jika wilayah dan fasilitas mereka digunakan musuh untuk menyerang Iran.
"Negara-negara tetangga di selatan harus tahu bahwa jika letak geografis dan fasilitas mereka digunakan untuk kepentingan musuh dalam menyerang bangsa Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di Timur Tengah," kata Mousavi menurut kantor berita pemerintah Fars.
Halaman Selanjutnya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, sebuah langkah yang diambil untuk memberi waktu tambahan bagi Teheran menyusun proposal guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

3 days ago
8



























