Rabu, 22 April 2026 - 16:30 WIB
VIVA –Menyusul dengan pengumuman perpanjangan masa gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump. Kini giliran Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) angkat bicara. Dalam pernyataan yang dirilis hari ini, pihaknya menyatakan kesiapan untuk menciptakan peristiwa-perisitiwa mengejutkan yang jauh di luar perkiraan dan kemampuan Amerika Serikat dan Israel di medan perang menggunakan strategi baru.
Masih dalam rilis tersebut, IRGC juga menegaskan bahwa saat ini pasukan militer Iran sudah berada di puncak kesiapan dan tekad untuk terus melawan musuh. IRGC juga menyebut bahwa saat ini pasukan mereka sudah siap menghadapi setiap ancaman atau kemungkinan serangan baru dengan respons yang cepat, tegas, dan pasti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dalam babak baru kemungkinan konflik militer, kami akan memberikan pukulan telak yang melampaui imajinasi musuh terhadap aset-aset mereka yang tersisa di kawasan,” demikian pernyataan IRGC seperti dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 22 April 2026.
Dikabarkan sebelumnya pada tanggal 28 Februari lalu AS dan Israel melancarkan serangan tanpa provokasi ke Iran. Dalam serangan tersebut sejumlah lokasi vital di Tehran seperti fasilitas nuklir, sekolah, rumah sakit hingga sebuah sinagoge. Tak hanya itu saja, serangan tersebut juga menyebabkan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Merespon serangan itu, angkatan bersenjata Iran langsung melancarkan 100 gelombang serangan balasan. Ratusan rudal balistik dan hipersonik serta drone ditembakkan ke pangkalan militer AS di kawasan Timur tengah serta Israel.
Disebut IRGC saat itu, system serangan 100 gelombang ke AS dan Israel memberikan pukulan yang fatal dan menghancurkan terhadap infrastruktur, pusat strategis dan kemampuan dukung musuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tindakan itu juga kata IRGC menyebabkan kekosongan informasi dan kebingungan di pihak lawan di medan perang yang berujung pada kesalahan perhitungan serta permintaan gencatan senjata kepada Iran yang mereka sebut kuat dan percaya diri.
“Hari ini, dengan runtuhnya wibawa kosong kekuatan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis, kita berada di ambang tatanan regional baru di Asia Barat tanpa kehadiran kekuatan asing dan arogan, terutama Amerika serta terciptanya lingkungan yang lebih stabil dan aman,” demikian pernyataan tersebut.
Presiden Nikaragua: Donald Trump Sakit Jiwa!
Presiden Nikaragua, Daniel Ortega dalam pernyataan kerasnya terhadap Presiden AS Donald Trump dengan menyebutnya "mengalami gangguan mental" karena memicu perang Iran
VIVA.co.id
22 April 2026

3 days ago
2



























