Iran Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata, Siap Ambil Langkah Militer

4 days ago 8

Rabu, 22 April 2026 - 09:40 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan perpanjangan waktu gencatan senjata dengan Iran. Setelah pengumuman tersebut, Iran menyatakan tidak mengakui keputusan AS dan akan bertindak sesuai dengan kepentingan nasional negaranya. Hal ini disampaikan oleh penasehat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi di akun media sosialnya, X.

“Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump tidak berarti apa-apa,” kata dia dikutip dari laman Chosun, Rabu 22 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mohammadi juga menyoroti tindakan Trump yang tetap memblokade laut Iran meski telah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak. Disebut Mohamadi tindakan Trump itu mengisayaratkan bahwa pihak AS telah kalah.

“Pihak yang kalah tidak bisa menetapkan syarat. Melanjutkan blokade laut tidak berbeda dengan pengeboman, sehingga respons militer diperlukan,”kata dia lebih lanjut.

Dia juga menyebut bahwa perpanjangan gencatan senjata sepihak oleh Trump adalah taktik untuk mempersiapkan serangan mendadak terhadap Iran. Maka dari itu, Iran kata dia akan terlebih dahulu mengambil inisiatif militer.  

“Selain itu, perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan taktik untuk menunda dan mempersiapkan serangan mendadak. Saatnya Iran mengambil inisiatif,”kata dia.

Sebagai informasi, sebelum Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata mendadak. Delegasi Iran telah menyampaikan sikap akhirnya dengan menolak berpartisipasi dalam perundingan damai putaran kedua yang dijadwalkan digelar hari ini 22 April 2026 di Islamabad. Penolakan tersebut disampaikan kepada pihak AS melalui negara mediator, Pakistan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim pada 21 waktu setempat.

Menurut laporan tersebut, Iran menilai bahwa duduk di meja perundingan dalam kondisi saat ini hanya akan membuang waktu.

“Akibat hambatan dari pihak AS, tidak ada prospek untuk mencapai kesepakatan yang layak, dan Iran dengan tegas menyatakan tidak akan masuk melalui jalur yang ditawarkan Amerika,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tasnim juga menyebut bahwa tuntutan berlebihan dari AS yang melampaui kerangka awal kesepakatan, serta respons bermusuhan terhadap pembukaan Selat Hormuz, menjadi alasan utama Iran menolak menghadiri perundingan.

Sementara itu presiden Trump melalui media sosial Truth Social menyatakan bahwa kepemimpinan dan tim negosiasi Iran belum mengajukan proposal yang terpadu, sehingga gencatan senjata akan diperpanjang hingga kondisi untuk perundingan dianggap memungkinkan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |