Istana Pastikan Harga BBM Tak Naik, Warga Diminta Tidak Panik

3 weeks ago 15

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:38 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi buka suara soal isu rencana penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Prasetyo mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait isu ini. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah memberikan arahan agar kebijakan tetap mengedepankan kepentingan rakyat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa, 31 Maret 2026.

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," sambungnya.

Hasil koordinasi tersebut, Prasetyo menyebut Pertamina belum akan menaikan harga BBM subsidi maupun non subsidi.

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," jelas Prasetyo. 

Prasetyo pun meminta masyarakat untuk tidak panik dan resah terkait ketersediaan dan isu kenaikan harga BBM.

"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," pungkas Prasetyo.

Sebelumnya diberitakan, beredar informasi terkait perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi untuk April 2026 di media sosial.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan harga jual BBM jenis Pertamax akan menjadi Rp 17.850 per liter atau naik Rp 5.550 per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 yang senilai Rp 12.300 per liter.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp 16.819 per dolar AS menjadi Rp 16.877 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dalam informasi yang beredar, kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau US$46,15 per barel, dari US$73,91 per barel menjadi US$120 per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar Rp 4.925 per liter) dari Rp 7.818 per liter menjadi Rp 12.744 per liter.

Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 (dari Rp 12.900 per liter, naik menjadi Rp 19.150 per liter), Pertamax Turbo (dari Rp 13.100 per liter naik menjadi Rp 19.450 per liter).

Halaman Selanjutnya

Selanjutnya, untuk BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter; serta Dexlite naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |