Jalani Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Benarkah Pahalanya Setara Puasa Setahun?

3 weeks ago 18

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:35 WIB

VIVA – Setelah merayakan Hari Raya Idulfitri, sebagian umat Muslim mulai kembali pada aktivitas sehari-hari dengan ritme yang lebih santai. Namun, di bulan Syawal seperti sekarang, terdapat satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk tetap dijaga, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

Banyak yang belum mengetahui bahwa puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal memiliki pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak heran jika banyak umat Muslim yang berusaha melaksanakannya, baik secara berurutan sejak tanggal 2 Syawal maupun disebar sepanjang bulan. Meski demikian, pelaksanaan puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berurutan. 

Umat Muslim diberikan kelonggaran untuk menjalankannya kapan saja selama masih berada di bulan Syawal. Hal ini juga memudahkan, mengingat di awal bulan Syawal biasanya masih banyak kegiatan silaturahim dan tradisi saling berkunjung ke rumah kerabat.

Merangkum dari NU Online, Selasa, 31 Maret 2026, keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal ini didasarkan pada hadits Nabi SAW berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعُهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun (HR Muslim).

Hadits tersebut dapat dipahami lebih utuh dengan menggabungkannya dengan riwayat lain. Dalam hadits riwayat al-Nasa’i disebutkan bahwa puasa Ramadhan memiliki pahala setara dengan sepuluh bulan, karena setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. 

Sementara puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan dua bulan. Jika digabungkan, totalnya menjadi dua belas bulan atau satu tahun penuh.

Konsep ini sejalan dengan kaidah umum dalam hadits Nabi bahwa setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat. Maka secara perhitungan, puasa Ramadhan (30 hari) setara dengan 300 hari atau sepuluh bulan, ditambah puasa enam hari Syawal yang setara 60 hari atau dua bulan, sehingga totalnya menjadi satu tahun penuh.

Syekh Khatib al-Syarbini menjelaskan:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

وَرَوَى النَّسَائِيُّ خَبَرَ «صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بِشَهْرَيْنِ، فَذَلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ» أَيْ كَصِيَامِهَا فَرْضًا، وَإِلَّا فَلَا يَخْتَصُّ ذَلِكَ بِرَمَضَانَ وَسِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ؛ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.

Artinya: Imam al-Nasa’i meriwayatkan hadits: pahala puasa bulan Ramadhan sebanding dengan berpuasa sepuluh bulan, pahala berpuasa enam hari Syawal sebanding dengan berpuasa dua bulan, maka yang demikian itu adalah puasa satu tahun. Maksudnya seperti berpuasa wajib selama setahun, sebab jika tidak demikian maka tidak terkhusus dengan Ramadhan dan enam hari Syawal, sebab satu kebaikan dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2, halaman 184).

Halaman Selanjutnya

Dalam keterangan ulama lain juga dijelaskan:

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |