John Herdman Kritik Cara Bermain Timnas Indonesia: Terlalu Pasif dan Tak Berani Menekan

3 hours ago 1

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

VIVA – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, secara terbuka mengkritik gaya bermain skuad Garuda di era sebelumnya. Ia menilai pola permainan Indonesia selama ini terlalu pasif dan hanya mengandalkan transisi. Alih-alih terus mengandalkan striker murni atau nomor 9, pelatih asal Inggris itu menekankan pentingnya mentalitas kolektif untuk mencetak gol.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Herdman saat memimpin sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Ia memandang, obsesi berlebihan terhadap kehadiran seorang penyerang tengah bukanlah solusi utama bagi masalah ketajaman. Menurutnya, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah keberanian seluruh pemain untuk mengambil tanggung jawab mencetak gol, terlepas dari posisi mereka di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di sini, orang-orang terus saja berbicara tentang nomor sembilan, penyerang tengah, dan mengklaim Indonesia butuh penyerang tengah murni. Bagi saya, Indonesia sebenarnya lebih butuh mentalitas kolektif di dalam tim bahwa semua orang, siapa pun posisinya, bisa mencetak gol," tegas John Herdman dikutip tvOnenews.

Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut menilai perubahan pola pikir menjadi kunci utama. Ia menuntut pemainnya untuk berani menginjakkan kaki ke kotak penalti lawan tanpa rasa ragu.

"Kami harus mengubah pola pikir itu dan memberikan kepercayaan penuh kepada para pemain untuk berani masuk ke area kotak penalti lawan. Solusi utama untuk bisa mencetak gol lebih banyak adalah dengan mengubah pola pikir dan mentalitas bertanding pemain itu sendiri," lanjutnya.

Tidak hanya soal mentalitas mencetak gol, Herdman juga tak menampik kekecewaannya terhadap pola permainan Timnas Indonesia sebelumnya. Ia menilai skuad Garuda kerap kali hanya fokus pada pertahanan lalu menunggu momen transisi, tanpa ada upaya mengambil kendali permainan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gaya bermain tim nasional sebelumnya bagi saya pribadi terlihat terlalu pasif. Sangat pasif. Polanya selalu bertahan, transisi, bertahan, lalu transisi lagi," ungkapnya.

Untuk mengubah kebiasaan tersebut, Herdman kini mulai menerapkan filosofi permainan modern yang lebih dinamis. Ia meminta lini pertahanan untuk ikut ambil bagian dalam membangun serangan dan berani memecah lini lawan.

Halaman Selanjutnya

"Kami membutuhkan lebih banyak pemain yang memiliki visi bermain 'plus satu', melakukan overload (menumpuk pemain di area tertentu), serta bek tengah maupun bek sayap yang punya keberanian tinggi untuk maju memecah garis pertahanan lawan. Dengan cara ini, kami akan jauh lebih siap menghadapi siapa pun," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |