Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyambut baik wacana penghibahan motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) kepada guru honorer, dengan catatan rencana itu tidak menimbulkan beban baru.
"Yang terpenting adalah jangan sampai persoalan tersebut menimbulkan beban baru bagi guru-guru honorer kita. Itu saja," kata Lalu kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, dikutip Rabu, 24 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum rencana itu direalisasikan, pemerintah perlu memastikan aspek administrasi. Lalu Hadrian berpesan motor listrik yang akan dihibahkan harus dipastikan tidak memiliki kaitan dengan persoalan hukum dugaan korupsi yang tengah diusut Kejaksaan Agung.
"Pastikan terlebih dahulu hal ini tidak bermasalah, baik motornya kemudian setelah digunakan tadi, apakah memang betul motor tersebut seperti service center (pusat servis)-nya ada dan sebagainya," kata dia.
Viral Motor Listrik Berlogo BGN
Ia mengatakan rencana tersebut merupakan "ide yang cerdas" sebagai bentuk penghargaan kepada guru yang berstatus nonaparatur sipil negara.
Menurut Hadrian, wacana hibah motor listrik bisa menjadi suatu harapan jika direalisasikan dengan baik.
"Pastikan motor tersebut bisa digunakan, itu yang penting, karena informasi yang beredar hari ini juga ada yang mengatakan motor itu dalam proses perakitan beberapanya, tetapi lagi-lagi kami ingatkan, silakan saja asal tidak melanggar aturan atau regulasi," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyampaikan dukungan terhadap rencana BGN menghibahkan sepeda motor listrik yang sebelumnya dibeli untuk operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) kepada guru honorer.
Yahya, sebagaimana keterangan tertulisnya, Jumat, 19 Juni 2026 mengatakan langkah tersebut merupakan solusi yang tepat agar aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara tetap bermanfaat bagi masyarakat.
"Waktu rapat dengan Komisi IX, Ibu Arumsari (Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, red.) mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah dan saya setuju dengan rencana tersebut," katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kendati demikian, Yahya menegaskan sejak awal dirinya tidak sependapat dengan pengadaan motor listrik untuk SPPG.
Legislator bidang jaminan sosial itu mengatakan kendaraan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan para pengelola dapur.
Halaman Selanjutnya
Komisi IX DPR, imbuh dia, tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait pengadaan motor listrik tersebut.

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)