Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB
VIVA – Otoritas Arab Saudi mengatakan lebih dari 1,5 juta jemaah telah tiba di Arab Saudi dari luar negeri untuk menunaikan ibadah Haji tahun 2026, melebihi jumlah pengunjung internasional tahun lalu meskipun tahun ini dilanda perang di Timur Tengah.
Konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari menyebabkan Teheran melancarkan gelombang serangan terhadap target di Arab Saudi dan di seluruh Teluk, yang menyebabkan gangguan lalu lintas udara meluas dan menyebabkan biaya perjalanan melonjak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Maskapai penerbangan utama di Teluk, yaitu UEA, Qatar, dan Bahrain, tengah berupaya untuk segera memulihkan sebagian besar kapasitas operasional mereka setelah berminggu-minggu penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan.
Terlepas dari krisis di Timur Tengah itu, jemaah haji terus berdatangan ke Arab Saudi untuk mengikuti ibadah Haji tahun ini. Tahun lalu, jumlah total jemaah Haji mencapai 1.673.320, termasuk 1.506.576 dari luar Arab Saudi.
"Jumlah total jemaah yang tiba dari luar negeri telah mencapai 1.518.153," kata Saleh Al-Murabba, komandan Pasukan Paspor Haji Arab Saudi, dalam konferensi pers Jumat malam dilansir ArabNews, Senin, 25 Mei 2026.
Jumlah ini diperkirakan akan meningkat lebih lanjut, karena sejak angka-angka ini dirilis pada Jumat, masih ada dua hari menjelang dimulainya ritual ibadah haji pada Senin, yang memungkinkan para jemaah terus berdatangan dari luar negeri maupun domestik.
"Tak Ada Keraguan"
Meskipun ibadah tahun ini di tengah konflik Timur Tengah, namun tak menyurutkan jemaah muslim dari seluruh dunia untuk datang ke Tanah Suci. Haji, salah satu dari lima rukun Islam, wajib dilakukan setidaknya sekali oleh semua Muslim yang mampu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gencatan senjata yang tidak stabil sebagian besar telah berlangsung sejak April, meskipun negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Di tengah ketidakpastian, kedutaan besar Amerika di Riyadh bulan lalu menyarankan warga AS untuk tidak berpartisipasi dalam ibadah Haji.
"Karena situasi keamanan yang sedang berlangsung dan gangguan perjalanan yang terjadi secara berkala, kami menyarankan untuk mempertimbangkan kembali partisipasi dalam ibadah Haji tahun ini,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis oleh kedutaan.
Halaman Selanjutnya
Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada AFP bahwa misi diplomatiknya di Arab Saudi tetap terbuka dengan "penyesuaian jumlah staf" dan "siap mendukung warga Amerika yang membutuhkan bantuan."

4 weeks ago
9










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)