Kalah dari Bulgaria, Timnas Indonesia Justru Dipuji Bung Ropan: Dominan tapi Kurang Beruntung

3 weeks ago 7

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Jakarta, VIVA – Hasil akhir memang tak berpihak, tetapi cerita di lapangan berkata lain. Timnas Indonesia harus merelakan trofi FIFA Series 2026 usai takluk tipis 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin malam 30 Maret 2026. Namun di balik kekalahan itu, ada satu hal yang tak bisa diabaikan, permainan skuad Garuda justru menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kekalahan ini terasa menyesakkan. Bukan semata karena skor, melainkan karena Indonesia tampil lebih berani, lebih rapi, dan dalam banyak momen mampu mendikte permainan. Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK seakan menjadi energi tambahan bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya untuk tampil tanpa rasa gentar menghadapi tim asal Eropa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gol semata wayang Bulgaria lahir dari titik putih pada menit ke-38 melalui Marin Petkov, setelah Kevin Diks dinyatakan melakukan pelanggaran di kotak terlarang usai tinjauan VAR oleh wasit Nazmi Nasaruddin. Eksekusi Petkov tak mampu dijangkau Emil Audero, dan skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Meski kalah, pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan, justru melihat sisi positif dari performa Indonesia. Ia menilai permainan Garuda jauh lebih berkembang dibanding sebelumnya.

“Keperkasaan dari Bulgaria di semifinal saat mengalahkan Kepulauan Solomon dengan 10-2 itu tidak nampak ketika melawan Indonesia,” ujar Bung Ropan dalam tayangan YouTube miliknya.

Bung Ropan puji Timnas Indonesia walaupun kalah dari Bulgaria

Photo :

  • YouTube Bung Ropan

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Jika melihat jalannya pertandingan, Bulgaria memang tidak tampil dominan seperti saat menghancurkan Solomon Islands. Bahkan, di babak kedua, mereka lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Sebaliknya, Indonesia justru mampu mengontrol tempo permainan. Aliran bola dari lini ke lini terlihat lebih hidup, dengan keberanian para pemain dalam melakukan kombinasi umpan pendek yang cukup efektif membongkar pertahanan lawan, meski belum berbuah gol.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita mengontrol permainan dan ini bagus, sudah rapi, impresif cara bermain kita,” kata Bung Ropan.

Ia juga menyoroti bagaimana Indonesia mampu memaksa tim dengan peringkat FIFA lebih tinggi bermain defensif. Saat ini, Bulgaria berada di peringkat ke-86 dunia, sementara Indonesia di posisi ke-121. Namun perbedaan itu tidak terlalu terlihat di atas lapangan.

Halaman Selanjutnya

“Jika tim seperti Bulgaria dipaksa untuk bertahan dan mereka hanya melakukan counter attack sepanjang babak kedua, memang pemain-pemain kita sudah oke,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |