Jakarta, VIVA – Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, keakuratan data lokasi kini tak lagi sekadar pelengkap tetapi menjadi fondasi penting bagi kelancaran operasional bisnis. Mulai dari logistik, e-commerce, hingga layanan keuangan, kemampuan membaca dan memahami lokasi secara presisi menjadi kunci efisiensi sekaligus pengalaman pelanggan.
Sayangnya, pelaku bisnis menghadapi tantangan besar di lapangan terkait format alamat di Indonesia. Masyarakat kerap mengguanakan alamat tidak baku dan lebih mengandalkan deskripsi berbasis patokan sekitar, seperti sebelah minimarket atau belakang kantor kelurahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi ini sering kali memicu ambiguitas dalam sistem pemetaan konvensional. Fenomena ini tidak lepas dari kebiasaan yang lebih familiar dengan referensi landmark dibandingkan nomor rumah atau kode pos.
Situasi ini berdampak langsung pada berbagai layanan berbasis lokasi, terutama pengiriman barang dan transportasi. Tidak jarang kurir atau driver harus menghubungi pelanggan untuk memastikan titik tujuan, yang pada akhirnya menambah waktu dan biaya operasional.
Inovasi Keakuratan Lokasi
Location Intelligence/ilustrasi lokasi/ilustrasi peta
Menjawab tantangan tersebut, teknologi geocoding kini berkembang ke arah yang lebih kontekstual. Sistem tidak lagi hanya membaca titik koordinat, tetapi juga memahami lingkungan di sekitarnya.
Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan adalah pemanfaatan Address Descriptors yang memperkaya data lokasi dengan informasi tambahan seperti landmark terdekat, konteks area, hingga hubungan spasial antar objek. Dengan pendekatan ini, alamat yang sebelumnya ambigu dapat diterjemahkan menjadi deskripsi yang lebih mudah dipahami.
Misalnya, input alamat sederhana dapat ditampilkan dengan tambahan informasi seperti lokasi masjid terdekat atau posisi relatif terhadap jalan utama. Alhasil, memudahkan navigasi di lapangan.
Peran Akurasi Data Lokasi dalam Transformasi Bisnis
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah perusahaan teknologi pemetaan mulai mendorong adopsi solusi berbasis Location Intelligence untuk menjawab kebutuhan ini. Salah satunya melalui integrasi teknologi geocoding yang lebih adaptif terhadap karakteristik lokal.
Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie, menekankan lokasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi operasional. Apalagi banyak kota di Indonesia, alamat sering kali ditulis berdasarkan referensi lokal seperti landmark atau area sekitar, bukan format jalan dan nomor yang baku.

4 hours ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
