Jakarta, VIVA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan global. Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak mentah naik tajam, memicu lonjakan harga BBM di banyak negara.
Terbaru, lonjakan harga bahan bakar global sejak dimulainya konflik antara pasukan AS‑Israel dan Iran pada akhir Februari 2026 tidak hanya memicu kekhawatiran geopolitik, tetapi juga membuat harga bensin di banyak negara melonjak drastis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan terbaru, dikutip VIVA Senin, 6 April 2026, kenaikan harga BBM kini telah tercatat di lebih dari 85 negara karena gangguan pasokan minyak dari wilayah Teluk Persia.
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah kenaikan signifikan yang terjadi di Kamboja, di mana harga bensin naik hampir 68 persen, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat kenaikan tertinggi sejak konflik pecah.
Angka ini menunjukkan bagaimana negara‑negara yang bergantung pada impor energi sangat rentan terhadap gejolak pasar minyak global.
Kenaikan harga BBM tidak terbatas hanya di Asia Tenggara. Banyak negara di Eropa, Amerika, dan Afrika juga melaporkan harga bahan bakar yang lebih tinggi dari biasanya. Hal ini terutama terlihat di negara‑negara yang sebelumnya sudah memiliki harga bensin yang relatif tinggi karena pajak dan biaya distribusi, seperti di wilayah barat Eropa dan beberapa negara maju lainnya.
Data internasional menunjukkan diesel pernah menembus lebih dari $2 per liter atau sekitar Rp34 ribu di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia dan Finlandia sejak konflik dimulai.
Para analis menjelaskan bahwa penyebab utama lonjakan harga ini adalah gangguan pasokan minyak mentah setelah Selat Hormuz, jalur penting yang menyumbang sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia nyaris tertutup akibat aksi militer dan ketegangan geopolitik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pasokan yang terganggu memaksa banyak negara untuk mencari sumber alternatif yang lebih mahal, sehingga harga bensin di tingkat konsumen ikut terdongkrak.
Selain itu, negara‑negara yang memiliki pasar bahan bakar bebas dan sedikit regulasi harga, misalnya di Asia Tenggara dan pasar berkembang, cenderung mengalami penyesuaian harga yang lebih cepat, sehingga kenaikan prosentase harga BBM mereka lebih tinggi dibandingkan negara‑negara di mana harga lebih banyak dikendalikan oleh kebijakan pemerintah.
Halaman Selanjutnya
Meskipun harga minyak mentah dunia sempat menurun sedikit belakangan ini, ketidakpastian pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah diperkirakan masih akan terus menekan harga BBM global dalam beberapa waktu mendatang.

5 hours ago
2











