Oracle PHK 30.000 Karyawan, Tapi Malah Buru Ribuan Tenaga Asing

4 weeks ago 11

Jumat, 3 April 2026 - 15:05 WIB

Jakarta, VIVA Oracle melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 30.000 karyawan di berbagai negara. Ini sekaligus memicu kontroversi terkait rencana perekrutan tenaga kerja asing melalui program visa H-1B.

PHK tersebut dilakukan melalui email pada 31 Maret, dengan karyawan di Amerika Serikat, India, Kanada, Meksiko, dan negara lain menerima pemberitahuan sekitar pukul 06.00 waktu setempat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam email yang dikirim “Oracle Leadership”, perusahaan menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari perubahan organisasi.

“Setelah mempertimbangkan dengan cermat kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami memutuskan untuk menghapus posisi Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas,” demikian isi emailnya, sebagaimana dikutip dari The Economic Times, Jumat, 3 April 2026.

Perusahaan juga menjelaskan ketentuan pesangon bagi karyawan terdampak. “Setelah menandatangani dokumen pemutusan kerja, Anda akan berhak menerima paket pesangon sesuai dengan ketentuan dan syarat dalam rencana pesangon.”

Selain itu, akses kerja karyawan juga segera dinonaktifkan. “Akses ke komputer, email, voicemail, dan file Anda akan segera dinonaktifkan, dan Anda tidak akan dapat lagi masuk ke sistem komputer Anda.”

Di saat yang sama, Oracle menghadapi sorotan karena mengajukan ribuan permohonan visa H-1B untuk tenaga kerja asing. Perusahaan tercatat mengajukan sekitar 3.126 petisi untuk tahun fiskal 2025 dan 2026, dengan sekitar 436 petisi sudah diajukan pada tahun berjalan.

Program H-1B sendiri memungkinkan perusahaan di Amerika Serikat mempekerjakan tenaga kerja asing untuk bidang keahlian tertentu ketika tidak tersedia kandidat lokal yang sesuai. Namun, kebijakan ini kembali menuai pro dan kontra di tengah gelombang PHK di sektor teknologi.

Langkah Oracle tersebut memicu kritik di media sosial. Sejumlah pengguna menilai kebijakan perusahaan tidak sensitif terhadap karyawan yang terkena PHK.

“Ini seperti tamparan di wajah kami,” protes salah satu karyawan. 

Pengguna lain menilai perusahaan teknologi kerap melakukan pola serupa. “Lihat semua perusahaan teknologi besar, mereka melakukan PHK besar-besaran lalu mempekerjakan kembali dengan gaji lebih rendah.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perusahaan multinasional tidak loyal terhadap negara dan bangsa Amerika.”

Oracle hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik tersebut.

Halaman Selanjutnya

PHK massal ini menambah daftar panjang restrukturisasi di industri teknologi global yang terus melakukan efisiensi di tengah tekanan biaya dan perubahan strategi bisnis.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |