Penyakit Ginjal Sering Tak Bergejala, Ini Kebiasaan Sepele yang Bisa Jadi Pemicu

3 weeks ago 18

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:15 WIB

Jakarta, VIVA – Penyakit ginjal dikenal sebagai salah satu gangguan kesehatan yang paling “sunyi”. Tanpa gejala yang jelas di tahap awal, banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika kondisi sudah cukup parah. Inilah yang membuat penyakit ginjal sering terlambat ditangani.

Para ahli menyebutkan bahwa ginjal memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Saat fungsinya mulai menurun, tubuh sering kali tidak langsung menunjukkan tanda-tanda yang signifikan. Akibatnya, banyak orang merasa sehat, padahal kerusakan sudah mulai terjadi secara perlahan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dr. Sumiran Mahajan, Consultant Nephrologist, Interventional Nephrology & Transplant Services, KIMS Hospitals, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat berdampak besar pada kesehatan ginjal.

“Ada hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari yang bisa berdampak signifikan pada kondisi ginjal. Mengonsumsi terlalu banyak junk food dan garam dapat memberikan tekanan berlebih pada ginjal. Penggunaan obat pereda nyeri tanpa anjuran dokter juga bisa berdampak jangka panjang pada ginjal,” jelasnya dikutip Times of India, Selasa 31 Maret 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa risiko ini menjadi lebih tinggi bagi individu dengan penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi, karena kedua kondisi tersebut memengaruhi pembuluh darah yang berperan penting dalam fungsi ginjal.

Senada dengan itu, dr. Nikhil Bhasin, Consultant Nephrologist dan Renal Transplant Physician, Wockhardt Hospitals Mumbai Central, menegaskan bahwa kerusakan ginjal sering berkembang tanpa disadari.

“Kerusakan ginjal sering berkembang secara diam-diam, sehingga banyak orang tidak menyadari adanya masalah hingga kondisinya menjadi serius. Organ ini sangat mampu beradaptasi, sehingga saat fungsinya menurun, tubuh tidak selalu menunjukkan tanda peringatan di tahap awal,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gejala biasanya baru muncul ketika kondisi sudah memburuk. Beberapa tanda yang mungkin dirasakan antara lain pembengkakan ringan pada kaki, mudah lelah, sering buang air kecil di malam hari, hingga penurunan nafsu makan. Sayangnya, gejala ini sering dianggap sepele.

Lebih lanjut, dr. Nikhil menjelaskan beberapa faktor utama yang dapat memicu kerusakan ginjal secara perlahan, di antaranya diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan, serta riwayat keluarga dengan penyakit ginjal. Selain itu, gaya hidup seperti konsumsi garam berlebih, kurang minum air putih, dan minim aktivitas fisik juga turut berperan.

Halaman Selanjutnya

Melihat risiko yang cukup besar, deteksi dini menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan sederhana seperti tes darah dan urine dapat membantu mengidentifikasi masalah sejak awal sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |