Peran Teknologi Medis Modern untuk Menekan Risiko Paparan Darah pada Nakes

4 weeks ago 9

Senin, 25 Mei 2026 - 08:03 WIB

Jakarta, VIVA – Keselamatan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan besar di berbagai fasilitas layanan medis. Di balik rutinitas pemeriksaan pasien, pemasangan infus, hingga tindakan klinis harian lainnya, dokter dan perawat menghadapi risiko paparan darah serta cairan tubuh yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mereka.

Paparan darah pada tenaga kesehatan bukan persoalan sepele. Risiko tersebut dapat meningkatkan kemungkinan penularan berbagai patogen berbahaya, terutama ketika prosedur medis dilakukan dalam tekanan kerja tinggi dan frekuensi yang padat. Situasi ini menjadikan perlindungan terhadap tenaga medis sebagai bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kontak dengan darah dan cairan tubuh masih menjadi salah satu insiden kerja yang paling sering terjadi di lingkungan rumah sakit. Tinjauan sistematis klinis yang dipublikasikan Fereidouni dan rekan pada 2018 menyebutkan bahwa risiko paparan darah saat pemasangan kateter intravena dapat mencapai 10 kali lebih tinggi dibandingkan cedera tertusuk jarum. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa prosedur yang terlihat rutin sekalipun tetap memiliki potensi bahaya yang besar bagi tenaga kesehatan.

Kondisi ini mendorong berkembangnya berbagai inovasi teknologi medis yang dirancang untuk meminimalkan kontak langsung dengan darah pasien. Teknologi modern kini tidak hanya berfokus pada efektivitas tindakan medis, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan kerja bagi tenaga kesehatan dan keamanan pasien secara menyeluruh.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah penggunaan sistem tertutup atau closed system dalam prosedur pemasangan kateter intravena. Teknologi ini dirancang untuk membantu mengurangi risiko keluarnya darah selama tindakan medis berlangsung sehingga dapat menekan potensi paparan bagi dokter maupun perawat.

B. Braun Indonesia memperkenalkan Introcan Safety® 3 (IS3), generasi terbaru kateter intravena yang dilengkapi teknologi blood control septum untuk mendukung pendekatan zero visible blood contact dalam prosedur rutin di rumah sakit. Teknologi tersebut dikembangkan guna membantu tenaga kesehatan bekerja lebih aman tanpa mengganggu efisiensi pelayanan medis sehari-hari.

“Indonesia merupakan pasar strategis yang menuntut solusi kesehatan presisi, terintegrasi, dan andal,” ujar Rainer Ruppel dalam acara peluncuran di Thamrin Nine, Jakarta Pusat. 

Halaman Selanjutnya

“Kehadiran Introcan Safety® 3 mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi keselamatan global ke Indonesia yang membantu melindungi tenaga kesehatan sekaligus mendukung perawatan pasien yang berkualitas tinggi," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |