Peran Tembaga di Balik Gaya Hidup Modern

3 days ago 9

Rabu, 22 April 2026 - 21:02 WIB

VIVA – Di balik berbagai teknologi yang kini jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, ada satu bahan yang perannya sering luput dari perhatian: tembaga. Mulai dari kabel listrik di rumah, panel surya, hingga kendaraan listrik, semuanya bergantung pada komoditas ini.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar di sektor ini. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia masuk dalam tujuh besar negara dengan cadangan tembaga dunia, dengan porsi sekitar 3 persen dari total global. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, dari sisi produksi dan industri hilir, posisi Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara lain. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup global membuka peluang baru. 

Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menyebut ada tiga sektor utama yang akan mendorong permintaan tembaga ke depan, yakni infrastruktur kelistrikan, energi terbarukan seperti PLTS dan turbin angin, serta industri kendaraan listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

“Itu yang nantinya akan menyerap produksi tembaga dan tembaga olahan (katoda) dari smelter tembaga yang beroperasi di Indonesia,” ujar Pri Agung dalam keterangan tertulis, Rabu 22 April 2026.

Ketiga sektor tersebut kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Penggunaan panel surya di rumah, meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik, hingga kebutuhan listrik yang stabil di perkotaan membuat tembaga menjadi komoditas penting dalam menunjang gaya hidup modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Di Indonesia, industri tembaga juga terus berkembang. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk mencatat peningkatan cadangan dalam beberapa tahun terakhir. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini turut didukung pembangunan smelter yang memungkinkan pengolahan tembaga dilakukan di dalam negeri, sehingga meningkatkan nilai tambah.

Menurut data Kementerian ESDM, pengolahan tembaga melalui smelter dapat meningkatkan nilai hingga 1,74 kali dibandingkan ekspor bahan mentah. Artinya, bukan hanya industri yang diuntungkan, tetapi juga potensi dampaknya terhadap ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Kinerja Bahlil Disorot, Idrus Marham: Survei Tak Boleh Bertentangan dengan Akal Sehat!

Waketum Golkar, Idrus Marham merespons hasil survei Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) yang menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kategori bermasalah.

img_title

VIVA.co.id

13 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |