Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan Peru dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi rujukan bagi negara-negara yang masih menghadapi penyakit berbasis lingkungan, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Pemerintah Peru menerapkan kebijakan pemeriksaan kebersihan dari rumah ke rumah sebagai strategi utama pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk.
Kebijakan ini menempatkan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Direktur Umum Kantor Kerjasama Teknis Internasional Kementerian Kesehatan Peru, Dr. Alberto Tejada Conroy menekankan pentingnya pendekatan tersebut.
"Pemeriksaan rumah secara menyeluruh adalah kunci untuk memutus siklus penularan penyakit, bahkan dari sumber terkecil seperti sampah," ujar Alberto dalam Forum Regional Asia Tenggara Pertama untuk Pencegahan dan Pengendalian Dengue, yang digelar secara daring dari Hotel JW Marriott Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026.
Program ini dijalankan secara masif. Sepanjang pelaksanaannya, sekitar 9,5 juta rumah telah diperiksa oleh petugas kesehatan di berbagai wilayah prioritas. Pemeriksaan difokuskan pada tempat penampungan air, saluran pembuangan, serta area sekitar rumah yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.
Menurut Alberto, langkah ini terbukti efektif menekan penyebaran dengue. "Kami tidak menunggu warga jatuh sakit, tapi melakukan pencegahan aktif langsung di tingkat rumah tangga," tambahnya.
Pendekatan ini menunjukkan pengendalian penyakit menular tidak bisa hanya bergantung pada layanan pengobatan. Pencegahan berbasis lingkungan dinilai jauh lebih efektif dalam menekan risiko penularan secara berkelanjutan.
ASEAN Dorong Dengue Masuk Skema UHC
Di sisi lain, negara-negara ASEAN juga memperkuat kolaborasi untuk memastikan penanganan dengue masuk dalam cakupan Universal Health Coverage (UHC). Tujuannya adalah melindungi keluarga terdampak dengue dari beban biaya pengobatan maupun rawat inap yang tinggi.
Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, Dr. Niti Haetanurak, menegaskan pentingnya integrasi dengue ke dalam sistem UHC.
"Integrasi dengue ke dalam sistem UHC bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin stabilitas ekonomi keluarga yang terdampak dengue di kawasan ASEAN," ujar Niti.
Koordinator Program Mitigasi Ancaman Biologis (MBT) Fase 2 Sekretariat ASEAN, Michael Glen menambahkan bahwa komitmen terhadap UHC diharapkan mampu memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses penanganan dengue tanpa hambatan biaya.
"Keberhasilan ASEAN memasukkan dengue ke dalam agenda UHC akan membuat akses penanganan dengue dapat dijangkau semua orang dan menjadi strategi berkelanjutan dalam menangani penyakit tropis yang terabaikan," ujarnya.
Melalui komitmen kolektif tersebut, beban finansial yang selama ini menghantui keluarga terdampak diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Dengan begitu, layanan kesehatan dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, upaya memastikan lingkungan permukiman bebas jentik nyamuk juga dinilai mampu menekan potensi lonjakan kasus dengue sebelum berkembang menjadi wabah.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497710/original/061297700_1770680228-JAVL7628.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5497576/original/036655400_1770636819-WhatsApp_Image_2026-02-09_at_18.15.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497326/original/099111400_1770624998-purple-potato-tea-table.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495687/original/001889700_1770394174-BPJS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5496780/original/008517100_1770603779-bpjs.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496399/original/049752800_1770531921-insinerator_yang_sempat_digunakan_dalam_pengelolaan_sampah_di_Kota_Bandung1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311619/original/015964900_1754889199-hand-holding-bowl-boiled-green-peas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4056455/original/073149600_1655476076-stephen-andrews-6NbSIxwZ3_4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5127391/original/030677700_1739170525-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495969/original/051449600_1770450657-Gemini_Generated_Image_jaauspjaauspjaau.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429754/original/033200800_1764643585-Kembang_Kol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256055/original/037675900_1750224442-medium-shot-sick-woman-home.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494736/original/072054000_1770331504-limfoma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3451004/original/011072500_1620374351-pexels-photo-708777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079611/original/075660400_1736152693-1735888251296_ciri-ciri-flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)



