Presiden Iran: Siapa Trump Bisa Cabut Hak Nuklir Iran?

8 hours ago 5

Minggu, 19 April 2026 - 22:55 WIB

VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Trump tidak berada dalam posisi untuk mencabut hak Iran yang tak dapat dicabut untuk memiliki program nuklir damai.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu, dua hari setelah Trump mengancam bahwa AS akan mengamankan uranium yang diperkaya Iran "dalam bentuk yang jauh lebih tidak ramah" jika tidak tercapai kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Trumo menyatakan bahwa Iran tidak boleh menggunakan hak nuklirnya, tetapi ia tidak mengatakan kejahatan apa? Siapa dia bisa untuk mencabut hak hukum suatu bangsa?” tanya Pezeshkian.

"Dari perspektif prinsip-prinsip kemanusiaan, setiap orang yang bebas, terlepas dari agama, kepercayaan, ras, atau etnisnya, harus menikmati hak-haknya yang tak dapat dicabut," tambahnya.

Kepala eksekutif Iran itu juga mengecam organisasi-organisasi yang mengaku sebagai pendukung hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa karena tetap diam atas serangan kriminal AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan para ilmuwan dan menargetkan warga sipil serta daerah pemukiman.

Ia selanjutnya mengecam kejahatan perang yang dilakukan oleh pihak lawan sebagai tanda keputusasaan dan kegagalan mereka.

Menyoroti pendekatan prinsipil Iran terhadap perdamaian, stabilitas, dan keamanan regional, ia menekankan bahwa Republik Islam tidak berupaya menyebarkan perang dan tidak pernah serta tidak akan pernah menjadi inisiator konflik apa pun.

"Kami adalah pasifis dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah," tegasnya.

Sementara itu, Pezeshkian mengapresiasi Angkatan Bersenjata Iran, termasuk anggota pasukan sukarelawan Basij, Angkatan Darat, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), karena tetap teguh menghadapi serangan militer ilegal AS-Israel dan memberikan respons yang tegas kepada musuh.

Kinerja angkatan bersenjata dalam menghadapi tekanan dan ancaman telah mengejutkan banyak analis, katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meskipun menghadapi masalah, negara ini mampu melawan kekuatan besar yang menikmati dukungan luas. Sebaliknya, setelah gagal mencapai tujuan mereka, musuh menyerang infrastruktur sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, universitas, dan tempat umum, yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional."

Sebelumnya. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil “debu nuklir”, mengacu kepada stok uranium yang diperkaya, Iran dengan paksa jika tidak tercapai kesepakatan, sekaligus menegaskan tidak akan ada pungutan di Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya

"Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS," kata Trump kepada wartawan pada Jumat, dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |