Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto bakal mengirimkan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Rusia untuk mengikuti program Kosmonaut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menjelaskan hal tersebut sebagai salah satu hasil kerjasama antara Indonesia dengan Rusia di bidang antariksa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonautnya Rusia," kata Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Istana Kremlin, Moskow
Photo :
- Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menurut Sugiono, pengiriman WNI untuk pelatihan kosmonaut di Rusia merupakan indikator suatu negara sudah unggul dalam hal teknologi.
"Karena ini merupakan satu parameter bahwa suatu negara memiliki keunggulan di bidang teknologi, kemudian bisa mengirimkan awak ataupun alat ke orbit," ucapnya.
Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow pada Senin, 13 April 2026.
Putin menyebut kunjungan Presiden Prabowo memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika global saat ini.
“Kami lihat bahwa kunjungan Yang Mulia memiliki makna yang sangat besar dan sangat penting, terutama di situasi dan perkembangan sekarang di dunia, juga dari segi peningkatan kerja sama bilateral terutama di bidang ekonomi,” ucap Putin.
Presiden Putin menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Rusia terus berkembang secara konsisten dan memiliki substansi yang makin kuat. Apalagi setelah disepakatinya deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 lalu.
“Saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna dan isi yang cukup besar antara hubungan kedua negara kita,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Putin menyoroti perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral kedua negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia mengalami peningkatan signifikan mencapai angka 12 persen.
“Pada awal tahun ini, kita menyaksikan sedikit perlambatan dalam perdagangan bilateral, tetapi kami punya berbagai cara untuk meningkatkannya. Kami memberikan makna besar kepada komisi bersama antarpemerintah, dan kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, Yang Mulia, kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita,” lanjutnya.

3 days ago
3



























