Resmi Jadi Tersangka Pelecehan, Korban Syekh Ahmad Al Misry Banyak di Bogor?

1 week ago 2

Jumat, 24 April 2026 - 15:06 WIB

Bogor, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry alias SAM kini memasuki fase baru. Setelah melalui proses gelar perkara, Bareskrim Polri secara resmi menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Perkembangan ini menjadi titik penting dalam pengusutan perkara yang telah bergulir sejak akhir 2025.

Kepastian status hukum tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko. Ia menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang melibatkan penyidik terkait. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara, penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” ujar Trunoyudo, Jumat, 24 April 2026.

Kasus ini bermula dari laporan polisi bernomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 28 November 2025. Penanganannya berada di bawah Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri, yang saat ini terus mendalami keterangan para saksi dan korban.

Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul pula kesaksian dari seorang kreator konten TikTok, Risyad Baya'sud, yang mengaku pernah berinteraksi langsung dengan tersangka. Ia bahkan menyebut adanya dugaan bahwa sejumlah korban berasal dari wilayah Bogor.

“Pada sekitar 1 tahun atau 2 tahun yang lalu saya tuh silaturahmi ke kediaman kawan saya di Bogor. Korban-korban itu kan di Bogor, ada salah satu kawan saya yang saya silaturahmi ke tempat dia,” kata Risyad Baya'sud, mengutip video TikToknya.

Dalam penuturannya, Risyad menceritakan momen ketika ia menunjukkan foto kebersamaannya dengan Syekh Ahmad Al Misry kepada teman-temannya di Bogor. Reaksi yang muncul justru di luar dugaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kemudian, ketika saya menunjukan satu galeri, yaitu foto tadi yang saya liatin tadi, mereka semua tertawa mereka semua merasa kayak 'Innalillah wa inna ilaihi raji'un, awas hati-hati'. Kemudian saya mikir, hati-hati gimana? apakah pemahaman beliau yang tidak sesuai dengan syariat atau apa? karena biasanya kalau orang bilang hati-hati sama seorang pandai atau ustad mungkin karena pemahamannya,” jelas Risyad.

Ia mengaku awalnya tidak memahami maksud peringatan tersebut. Namun, setelah didesak rasa penasaran, salah satu temannya akhirnya mengungkap pengalaman yang mengejutkan.

Halaman Selanjutnya

“Ternyata tidak, kawan saya itu bercerita bahwa dia adalah hampir menjadi korban. hampir menjadi korban dari kasus yang sekarang akhirnya terkuak,” bebernya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |