Respons Istana soal Video Saiful Mujani Ajak Jatuhkan Prabowo

2 days ago 6

Kamis, 9 April 2026 - 14:02 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya merespon pernyataan pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang diduga mengajak masyarakat untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.

Seskab Teddy mengaku belum mengetahui soal pernyataan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Wah, saya masih banyak sekali pekerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Gitu kira-kira," ujar Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis, 9 April 2026.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto masih memikirkan hal-hal yang strategis.

"Apalagi Bapak Presiden, ngurusin hal besar. Lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis dan ya gitu," imbuhnya.

Sebagai informasi, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga penelitian, konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengajak menjatuhkan pemerintah ramai di media sosial. Video itupun ramai di media sosial.

"Ya hanya kita yang bisa, rakyat, '98 juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman enggak turun, enggak akan itu MPR akan menurunkan Suharto, enggak akan," kata Mujani dalam potongan video yang beredar.

Pernyataan ini mendapatkan banyak komentar, salah satunya dari Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespon pernyataan pengamat politik senior Saiful Mujani yang diduga menyerukan untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyarankan publik untuk berbicara sesuai konsep demokrasi konstitusional. Terlebih, kata dia, saat ini dunia tengah kacau. 

Sehingga, menurutnya, saat ini membutuhkan kekompakan untuk menjaga konstitusional.

"Negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional,” kata Fahri Hamzah, Selasa, 7 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sistem konstitusi, kata Fahri, Presiden bukan satu-satunya pemegang kekuasan. Menurut Fahri, ada cabang kekuasaan lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat.

"Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apa lagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot. Ya, tolong introspeksi jugalah ya," sebut Fahri.

Halaman Selanjutnya

"Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat. Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana. Dan itu saja yang kita perlu perbaiki. Kan baik semua niat itu," kata dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |