Jakarta, VIVA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut peluang nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 15.000 per dolar AS bukanlah sesuatu sukar untuk Bank Indonesia (BI) realisasikan. Rupiah terpantau naik 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.754 per dolar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.
Purbaya menyampaikan, nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia. Ia optimis bank sentral memiliki kemampuan untuk mengendalikan nilai tukar rupiah tetap di bawah level Rp 17.000 bahkan bisa tembus ke Rp 15.000 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Rupiah bergerak ke sekitar Rp15.000 per dolar AS, itu tidak terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai," ungkap Purbaya dikutip dari Antara pada Rabu, 4 Februari 2026.
Purbaya menegaskan peluang penguatan rupiah dapat dilakukan melalui perbaikan fundamental ekonomi yang lebih cepat agar pertumbuhan dapat mencetak angka yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan membuat masyarakat makin sejahtera, sehingga pada akhirnya modal asing akan mengalir dengan sendirinya.
Menurut Purbaya, investor asing mengambil porsi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional. Saat modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) masuk, rupiah akan bergerak menguat.
"Ketika orang melihat saya bekerja serius memperbaiki kondisi ekonomi, dan ketika mereka mulai melihat ekonomi benar-benar membaik, modal akan masuk dan rupiah akan menguat hampir secara otomatis," lanjut Purbaya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ini, ia melihat otoritas bergerak dengan selaras untuk menjaga level nilai tukar rupiah. Level nilai tukar rupiah, kata Purbaya, belum sampai pada titik yang berpotensi menimbulkan kekacauan ekonomi.
"Kami dan bank sentral juga berupaya mendorong rupiah tetap di bawah Rp17.000. Level yang menurut saya ideal sejalan dengan asumsi APBN yaitu sekitar Rp16.500 per dolar AS," tutur Menkeu.
Analis Bongkar Faktor Pendorong Lonjakan IHSG Usai Terguncang MSCI
IHSG rebound 2,52 persen usai terguncang isu MSCI. Analis ungkap peran transparansi regulator, aksi bargain hunting, hingga sinyal teknikal oversold pasar saham.
VIVA.co.id
4 Februari 2026

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)



